Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja penting ke sentra budi daya ikan lele tematik. Kunjungan ini berlokasi di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan fokus pada sistem bioflok yang terbukti efisien. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat desa sekaligus memastikan ketersediaan pasokan protein ikan bagi masyarakat luas.
Program budi daya tematik ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi ikan, tetapi juga menjadi fondasi penguatan ekonomi lokal. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, sejalan dengan target percepatan swasembada pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono juga menyoroti peran budi daya ikan lele dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Dengan menggandeng Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Sistem Pangan Pokok Gizi (SPPG), program ini diharapkan mampu menyediakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Di Kabupaten Madiun, Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi lokasi budi daya tematik ikan lele sistem bioflok yang dikelola oleh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng. Kunjungan ini didampingi langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Fasilitas di KDKMP Luworo ini memiliki 24 kolam bioflok, dengan masing-masing kolam ditebari sekitar 2.000 ekor bibit ikan lele. Melalui sistem budi daya ikan lele ini, KDKMP menargetkan produksi sekitar 15 ton per tahun.
Potensi produksi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp380 juta setiap tahunnya. Angka ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang signifikan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa setempat.
Advertisement
Program budi daya ikan lele ini juga telah disinkronkan dengan SPPG Desa Simo dan Desa Kenongorejo. Kedua desa tersebut membutuhkan sekitar 300 kilogram ikan lele per minggu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan pasokan protein yang stabil dan bergizi untuk masyarakat.
Advertisement
Selain di Madiun, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga meninjau lokasi budi daya ikan lele sistem bioflok di KDKMP Kauman, Kabupaten Ngawi. Dalam kunjungan ini, Menteri didampingi oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar.
KDKMP Kauman telah memiliki pengalaman panjang dalam usaha pembenihan dan pembesaran ikan lele sejak tahun 2008. Ini menunjukkan komitmen dan keberlanjutan dalam pengembangan sektor perikanan lokal.
Data menunjukkan bahwa KDKMP Kauman Ngawi saat ini mampu memproduksi sekitar 0,3 persen dari total kebutuhan konsumsi ikan lele di Ngawi, yang mencapai 4,9 ribu ton per tahun. Angka ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk peningkatan produksi.
Advertisement
Melalui penerapan budi daya tematik ikan lele sistem bioflok, KDKMP Kauman ditargetkan dapat meningkatkan produksinya hingga 15 ton per tahun. Peningkatan signifikan ini tidak hanya akan menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga secara langsung menjawab tingginya kebutuhan pangan masyarakat akan protein berkualitas.
Sumber: AntaraNews