Menteri Jonan Ingin BLok ONWJ Beri Manfaat Lebih ke Negara dan Masyarakat

Jumat, 23 November 2018 19:14 Reporter : Merdeka
Menteri Jonan Ingin BLok ONWJ Beri Manfaat Lebih ke Negara dan Masyarakat Ignasius Jonan. Fikri Faqih©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meminta pengelolaan fasilitas produksi minyak dan gas (migas) di Blok Offshore North West Java (ONWJ), dilakukan sebaik mungkin agar memberikan hasil optimal bagi masyarakat dan negara.

Jonan mengatakan, aset Blok ONWJ yang dikelola Pertamina Hulu Energi ONWJ merupakan milik negara dan harus memberikan manfaat.

"Fasilitas (produksi migas) ini milik siapa? Milik negara. Sepakat ya. Saya (Menteri ESDM) yang mewakili negara, saya melihat tidak ada ketentuan di dalam Undang-Undang aset ini harus dikelola oleh pihak tertentu. Di Undang-Undang itu harus dikelola dengan menghasilkan yang terbaik untuk masyarakat atau negara," kata Jonan, di Jakarta, Jumat (23/11).

Jonan menekankan sudah semestinya Pertamina Hulu Energi sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memfokuskan pada peningkatan produksi migas. "Jadi harus Bayangkan kalau ini milik Anda, pasti mencari sesuatu yang menguntungkan," tutur Jonan.

Pemerintah hanya ingin memastikan setiap kontraktor bisa memenuhi target produksi migas yang sudah ditetapkan bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) pada awal tahun. "Saya inginnya setiap target hulu yang disepakati dengan SKK Migas tercapai. Itu saja. Terserah keuntungannya berapa," ungkapnya.

Jonan memahami beberapa lapangan di blok ONWJ merupakan fasilitas produksi yang sudah tua dan mengalami fase penurunan produksi. Dia pun mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh PHE ONWJ sejauh ini dalam capaian lifting minyak.

Berdasarkan data SKK Migas hingga 17 November 2018, PHE ONWJ termasuk 10 besar KKKS yang memproduksi gas di atas 70 juta kaki kubik perhari (Milion stadar cubic feet per day (MMscfd)‎ dan minyak 5 ribu barel minyak per hari (bph).

Realisasi lifting migas PHE ONWJ mencatatkan rata-rata di atas 90 persen dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negra (APBN). Untuk minyak telah mencapai sebesar 29.521 bph dari target APBN 2018, yaitu 33 ribu bph.

"Tua tidaknya itu tergantung cara mengelolanya bagaimana, harus cari cara, itulah tantangannya bisnis migas," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. ESDM
  2. Ignasius Jonan
  3. Migas
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini