Menteri Enggar Kumpulkan Mantan Mendag Bahas Kondisi Perdagangan RI

Senin, 11 Maret 2019 18:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Menteri Enggar Kumpulkan Mantan Mendag Bahas Kondisi Perdagangan RI Enggartiasto Lukita. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengundang sejumlah mantan Menteri Perdagangan Indonesia dalam focus group discussion (FGD) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Hadir dalam FGD, Mantan Menteri Perdagangan, seperti Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, Rahadi Ramelan, Muhammad Lutfi, Muhammad Hasan (Bob Hasan), dan Arifin M. Siregar. Turut hadir mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti.

"Kami dalam rangkaian Raker Kemendag kami awali silaturahmi dan minta masukan kepada senior saya. Kecuali pejabat atau menteri perindustrian yang masih jabat, seperti Pak Luhut dan Pak JK, Bu Rini Soemarno juga," kata Enggar di Kantornya, Jakarta, Senin (11/3).

Menurut dia, pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta masukan dan nasehat terkait situasi perdagangan RI serta upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja perdagangan. Misalnya masukan dan Mantan Mendag, Arifin M. Siregar, agar daya saya sektor perdagangan Indonesia terus diperbaiki.

"Kemudian semua bapak ibu (Mantan) Menteri bilang jangan melihat defisit dari angka saja kini tapi justru penyebab yang terjadi akibat impor tinggi akibat bahan baku dan barang modal yang artinya juga investasi dan pembangunan yang meningkat yang dinikmati beberapa tahun kemudian," jelas dia.

"Kemudian juga diperhatikan ekspor jasa, jadi bukan hanya manufaktur dan good, saja, salah satu bentuknya adalah mendorong pariwisata," ujar dia.

Pertemuan tersebut juga membahas tentang kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan oleh mantan menteri perdagangan. Menurut dia kebijakan yang baik dipelajari dan dikaji untuk diterapkan.

"Banyak hal yang kami mendapatkan masukkan, catatan, baik berdasarkan pengalaman masa lalu, tapi saya mengapresiasi menikmati karena beliau masih mengikuti berbagai perkembangan, baik perdagangan di kancah internasional maupun kepentingan dalam negeri," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini