Menteri Darmin bantah penyederhanaan golongan listrik pengaruhi inflasi

Jumat, 17 November 2017 18:04 Reporter : Saugy Riyandi
Darmin Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membantah, rencana penyederhanaan golongan listrik akan mendorong kenaikan inflasi. Alasannya, tarif yang diberlakukan di masyarakat tetap dan tidak mengalami kenaikan.

"Selama tarif sama, maka tidak akan membuat inflasi," ujar Darmin di kantornya, Jumat (17/11).

Darmin mengatakan pemerintah merestui rencana penyederhanaan golongan listrik ini, sepanjang tarif yang diberlakukan masih sama dan tidak mengalami kenaikan.

"Kalau dia melaksanakan bisnis, selama dia melaksanakan bisnis dan tidak menaikkan tarif," jelas Darmin.

Sebagai informasi, Pemerintah berencana melakukan penyederhanaan golongan pelanggan listrik. Ke depan, golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya terbagi menjadi tiga yakni pertama golongan subsidi 450 VA dan 900 VA, golongan kedua golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA akan dihapus dan dialihkan menjadi 4.400 VA.

Sementara, golongan ketiga yaitu 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, serta golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti mengatakan, penyederhanaan golongan pelanggan listrik nantinya akan berdampak pada kenaikan inflasi. Sebab, hal tersebut akan memicu peningkatan konsumsi yang kemudian memengaruhi pengeluaran masyarakat untuk listrik.

"Kalau konsumsi listrik naik ya pengaruh ke inflasi. Kan kami menghitung dari total pengeluaran untuk listrik berapa, ini yang kami hitung," ujar Yunita saat ditemui di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/11). [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini