Menpar Widiyanti Soroti Kriminalitas Destinasi Wisata Palembang, Ternyata Pengangguran Jadi Akar Masalah Utama

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyoroti maraknya kriminalitas di destinasi wisata Palembang yang mengganggu kenyamanan wisatawan. Temukan akar masalah dan solusi komprehensifnya di sini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menpar Widiyanti Soroti Kriminalitas Destinasi Wisata Palembang, Ternyata Pengangguran Jadi Akar Masalah Utama
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyoroti maraknya Kriminalitas Destinasi Wisata Palembang, mengaitkannya dengan pengangguran dan menawarkan solusi pariwisata. Bagaimana pemerintah mengatasinya? (AntaraNews)

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana baru-baru ini menyoroti serius maraknya aksi kriminalitas yang terjadi di sejumlah destinasi wisata Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sorotan ini muncul setelah adanya laporan bahwa insiden tersebut secara signifikan mempengaruhi kenyamanan dan minat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

Dalam wawancara di Palembang pada Selasa (15/10), Menpar Widiyanti secara lugas menyatakan bahwa persoalan kriminalitas ini tidak dapat dipisahkan dari tingginya tingkat pengangguran di masyarakat. Menurutnya, kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, bukan hanya pelaku industri pariwisata saja.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan pihak terkait lainnya didorong untuk segera mengambil langkah konkret. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan menarik, sekaligus mengatasi akar masalah sosial yang mendasarinya.

Menpar Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa akar masalah dari kriminalitas yang marak di destinasi wisata Palembang adalah tingginya angka pengangguran. Ketika masyarakat tidak memiliki pekerjaan, potensi untuk terlibat dalam tindakan kriminalitas cenderung meningkat.

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Pariwisata telah mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan berbagai program pelatihan. Pelatihan ini ditujukan bagi pelaku industri pariwisata dan komunitas di desa-desa serta daerah lain yang berpotensi.

“Pada dasarnya, kriminalitas terjadi karena masyarakat tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu, kami melakukan berbagai pelatihan bagi pelaku industri dan komunitas di desa-desa maupun daerah lain. Dengan peningkatan kapabilitas, mereka bisa memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup,” kata Widiyanti.

Diharapkan, dengan peningkatan kapabilitas dan keterampilan, masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang layak. Ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka tetapi juga secara langsung berkontribusi pada penurunan angka kriminalitas di area wisata.

Selain upaya peningkatan kapasitas masyarakat, Menpar Widiyanti juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan pihak kepolisian. Kedua instansi ini diminta untuk secara proaktif menekan angka kriminalitas di wilayahnya melalui pendekatan persuasif.

Di sisi lain, peningkatan jumlah dan kualitas calendar event juga menjadi strategi penting yang diusulkan. Kegiatan-kegiatan pariwisata ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Dengan adanya event, UMKM bergerak, hotel terisi, dan masyarakat setempat bisa ikut bekerja. Jadi kegiatan pariwisata juga menjadi solusi untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi kriminalitas,” jelas Widiyanti.

Melalui event-event tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat bergerak, okupansi hotel meningkat, dan masyarakat setempat memiliki kesempatan untuk terlibat dalam pekerjaan. Ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya sektor hiburan, tetapi juga solusi efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kriminalitas.

Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menambahkan bahwa pengembangan pariwisata tidak akan optimal tanpa adanya tata kelola sistem keamanan yang baik. Penataan ini, menurutnya, harus dilakukan secara lintas sektoral, melibatkan pihak keamanan dan pemerintah daerah setempat.

Bayu Aji juga mengenang bahwa Palembang pernah berhasil berbenah dalam mengatasi berbagai kesemrawutan dan mengembalikan kepercayaan publik. Oleh karena itu, komitmen bersama dari semua pihak sangat diperlukan agar wisatawan semakin yakin untuk berkunjung ke Sumatera Selatan.

“Sekarang (Palembang) sudah jauh lebih baik. Saya berharap para pejabat di Sumsel terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan,” ujarnya.

Dengan adanya komitmen dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI, diharapkan sektor pariwisata di Palembang dapat tumbuh lebih pesat. Ini akan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi