Menko Luhut soal Rencana Reshuffle Kabinet: Tanya Saja Presiden

Rabu, 8 Mei 2019 20:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menko Luhut soal Rencana Reshuffle Kabinet: Tanya Saja Presiden Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan mereshuffle Kabinet Kerja usai lebaran Idul Fitri 2019. Desas-desus ini muncul setelah sejumlah menteri terseret kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

"Itu (reshuffle) tanya saja Presiden (Joko Widodo)," kata dia saat dimintai komentar di kantornya, Rabu (8/5).

Dia juga mengaku tidak dapat membenarkan atau menyanggah isu tersebut sebab dirinya tidak mengetahui ihwal reshuffle kabinet. "Ya tanya Presiden, saya gak tahu nasib saya gimana," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan reshuffle kabinet disesuaikan dengan kebutuhan Jokowi sebagai Presiden.

"Reshuffle itu kewenangan sepenuhnya Presiden. Dan tentunya Presiden yang tahu tentang kebutuhan tersebut. Tapi saya meyakini bahwa tentunya Presiden mempertimbangkan banyak hal untuk keputusan tersebut," jelas Pramono di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, Rabu (8/5).

Dia enggan bicara banyak terkait rencana mantan Gubernur DKI Jakarta itu melakukan reshuffle kabinet. Menurut Pramono, saat ini Jokowi masih fokus hasil Pemilu 2019.

"Sampai hari ini beliau lebih memikirkan untuk penyelesaian hal yang menyangkut penetapan KPU, Pilpres dan sebagainya. Jadi pikirannya masih ke sana," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto menyatakan, Jokowi selaku Presiden selalu mengevaluasi kinerja menteri, sehingga adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat mungkin saja terjadi.

"Kalau sampai lebaran saya kira tidak ada. Saya tidak tahu setelah lebaran, kemungkinan itu bisa saja. Di awal saya sampaikan bahwa Pak Presiden melihat atau me-review ke belakang untuk reshuffle selalu didahului evaluasi Pak Presiden dengan menterinya, dan tidak dilakukan dalam satu termin waktu tertentu," tutur Johan di Jakarta.

Menurutnya, reshuffle ini bisa dilakukan karena adanya pertimbangan kinerja dan hal lainnya oleh Jokowi. Ia menegaskan bahwa Jokowi selalu memeriksa kembali hal apa saja yang telah dikerjakan oleh menterinya.

Johan menyatakan, Jokowi juga tidak melihat kapan periode pertama seorang menteri berakhir. Sehingga, reshuffle ini bisa dilakukan setiap saat. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini