Menko Luhut: Rasio Utang Kita Masih Rendah, di Bawah 30 Persen
Merdeka.com - Utang pemerintah yang mencapai angka ribuan triliun terus menjadi sorotan. utang tersebut dinilai terlalu tinggi dan nilainya terus bertambah.
Berdasarkan data kementerian keuangan, total utang pemerintah pusat hingga Januari 2019 nyaris Rp 4.500 triliun atau mencapai Rp 4.498,6 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi utang pada Januari 2018 yang mencapai Rp 3.958,7 triliun.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa rasio utang Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding negara lain. Rasio utang tersebut dilihat dari perbandingannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"(Rasio utang) Kita di bawah 30 persen kan," kata Menko Luhut di Gedung Telkom Hub, Jakarta, Senin (8/4).
Rasio utang Indonesia jauh lebih kecil dibanding rasio utang di akhir pemerintahan Presiden Soeharto yang mencapai 85,4 persen terhadap PDB.
Selain itu, dia menegaskan bahwa utang yang dimiliki Indonesia digunakan untuk hal - hal yang bersifat produktif. "Utang kita tuh paling rendah. Utang kalau benar, proyek produktif ya ndak ada masalah," ujarnya.
Menko Luhut juga menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia mencerminkan kondisi yang baik. Sehingga utang tidak menjadi masalah.
"(Pertumbuhan ekonomi) kita mau tumbuh di atas 6 persen," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya