Menko Darmin Nilai Pelemahan Rupiah Akibat China Devaluasi Yuan

Selasa, 6 Agustus 2019 15:14 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menko Darmin Nilai Pelemahan Rupiah Akibat China Devaluasi Yuan menko perekonomian darmin nasution soal Rupiah. ©2019 Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) merosot tajam pada perdagangan Selasa ini. Mengutip Bloomberg, Selasa (6/8), Rupiah dibuka di angka Rp14.330 per USD, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp14.255 per USD.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menyebutkan melemahnya Rupiah akibat ketegangan perdagangan antara AS dan China yang kembali meningkat dan direspons negatif oleh pasar.

"Namanya orang lagi perang dagang, yah masing masing bikin kebijakan sendiri. Amerika yah kebijakannya mengenakan tarif bea masuk sendiri. Ya China boleh saja tidak usah membalas dengan menaikkan lagi tingkat bunga, Yuannya saja dilemahkan oleh mereka," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (6/8).

Menko Darmin menjelaskan hal tersebut memang tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian Indonesia. Namun jika Yuan melemah, maka akan diikuti oleh negara berkembang lainnya.

"Masalahnya adalah, pada waktu Yuan melemah, itu banyak negara di dunia juga ikut melemah (mata uangnya)," ujarnya.

Sejak pagi hingga siang hari ini, Rupiah bergerak di kisaran 14.307 hingga 14.359 per USD. Jika dihitung dari awal tahun, Rupiah masih mampu menguat 0,49 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), Rupiah dipatok di angka Rp14.344 per USD, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka Rp14.231 per USD. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini