Menkeu Cari Cara Agar Penikmat Fasilitas Kepabeanan Meluas ke Sumatera

Senin, 18 Februari 2019 15:39 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menkeu Cari Cara Agar Penikmat Fasilitas Kepabeanan Meluas ke Sumatera Sri Mulyani di Peluncuran Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor Dalam Bentuk Jadi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rilis survei manfaat ekonomi pemberian fasilitas kepabeanan berupa Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Rilis ini merupakan hasil kerjasama antara Bea Cukai dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sri Mulyani mengaku sedih usai mengetahui fasilitas KB dan KITE ternyata paling banyak terkonsentrasi di Jawa terutama Jawa Barat. Hasil survei menunjukkan 96,89 persen fasilitas tersebut dinikmati perusahaan di Jawa.

"Yang saya sedihnya konsentrasi lokasi masih di Jawa terutama Jawa Barat," ujar Menkeu Sri saat memberi paparan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/2).

Untuk diketahui, fasilitas KB dan KITE diberikan kepada perusahaan dalam rangka meningkatkan kegiatan ekspor. Manfaat yang ditawarkan pemerintah dalam penggunaan fasilitas ini adalah pembebasan pajak atas barang baku impor untuk tujuan ekspor.

Menkeu Sri melanjutkan, seharusnya fasilitas ini banyak digunakan oleh perusahaan di luar Jawa, salah satunya Sumatera. Sebab, Sumatera merupakan daerah yang paling dekat dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Yang dekat sekali pasar ASEAN seperti Singapura, itu Sumatera, tapi Sumatera dikit sekali. Bagaimana kita bisa sebarkan KB-KITE tidak hanya di Jawa Barat," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut pun mengajak Bea Cukai dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyiapkan strategi agar semakin banyak perusahaan yang menikmati fasilitas kepabeanan. Langkah ini dilakukan untuk menggenjot ekspor.

"Sumatera karena kedekatannya dengan Malaysia, Singapura, harusnya bisa lebih tinggi. Kita harus pikirkan strategi regionalnya. Indonesia itu kompetitifnya hanya di sekitar Jawa Barat saja. Ini PR yang sangat penting. Saya tutup dengan, studi ini beri banyak pemikiran untuk genjot ekspor, ini jadi peta, pengukuran terhadap kemajuan policy kita," tandas Menteri Sri Mulyani. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini