Menhub Budi: Prasarana Transportasi di Ibu Kota Baru Tak Perlu Banyak Pakai APBN

Kamis, 19 September 2019 21:47 Reporter : Siti Nur Azzura
Menhub Budi: Prasarana Transportasi di Ibu Kota Baru Tak Perlu Banyak Pakai APBN Menhub Budi Karya di Balikpapan. ©2019Biro Komunikasi Kemenhub

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, prasarana transportasi di ibu kota baru yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sudah cukup memadai sehingga tidak membutuhkan investasi menggunakan APBN yang terlalu banyak.

"Untuk transportasi itu tidak mengeluarkan investasi yang terlalu banyak dari APBN karena modal dari Kalimantan Timur prasarana transportasinya sudah relatif baik dan banyak," kata Budi melalui keterangan resminya, Kamis (19/9).

Dia mencontohkan, bandara di Balikpapan maupun di Samarinda telah dikelola dengan baik oleh PT Angkasa Pura I, sehingga tidak memerlukan lagi anggaran APBN untuk pengelolaan maupun untuk investasi pembangunannya.

"Seperti kita lihat tadi bandara itu kita tidak mengeluarkan uang karena di Balikpapan, AP I dengan kemampuannya sendiri bisa (mengelola dan berinvestasi), sedangkan bandara di Samarinda yang tadinya milik Pemda, Pak Gubernur sudah setuju kita buat kerja sama dengan swasta (KPBU). Mungkin bila nanti ada bandara ketiga, bisa dibiayai oleh AP I atau swasta sehingga negara tidak mengeluarkan anggaran," katanya.

Sedangkan di, sektor transportasi lainnya seperti kereta api, jalan tol dan pelabuhan pihak swasta akan turut dilibatkan dalam pembangunannya melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Jadi dengan swasta yang menginvestasikan, jika pun defisit, kita hanya memberikan available payment yang kita bayar secara jangka panjang. Membangun Jalan tol pun pasti feasible karena jumlah penduduk Balikpapan itu banyak sekali, atau kalau yang sudah ada tinggal menggunakan. Kalaupun akan ke Mentawir kita tinggal menambah 20 km bukan suatu jumlah yang banyak. Laut pun begitu, karena untuk pelabuhan, swasta bisa membangun," jelasnya.

Sementara, untuk pembangunan sistem transportasi perkotaan, yang akan digunakan adalah transportasi umum yang bersifat eco friendly. Menurutnya, yang perlu dibangun pertama sekali adalah kereta api karena KA adalah angkutan yang eco friendly, tepat waktu dan mampu mengangkut orang banyak.

"Kita harus membangun kota yang berkelanjutan. Kita ingin model smart city dan Smart Mobility yang ramah lingkungan. Pergerakan-pergerakan harus dilakukan dengan angkutan massal berbasis energi listrik. Jika ini terjadi, bukan hanya menjadi ibu kota tapi juga menjadi destinasi wisata. Menurut hemat saya yang perlu dibangun pertama kali adalah kereta api," tandasnya.

Sebagai informasi, di kota Balikpapan sudah mempunyai Bandara Internasional yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan terdapat 3 pelabuhan yakni Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kampung Baru dan Pelabuhan Kariangau. Sedangkan di kota Samarinda terdapat Bandara APT Pranoto dan Pelabuhan Samarinda. Saat ini, tengah dibangun jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99 km serta rencana pembangunan jalan tol Balikpapan-Banjarmasin sepanjang 560 km. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini