Menhub Budi: Pemeriksaan Maskapai Akan Dilakukan Mendetail

Senin, 26 November 2018 17:47 Reporter : Teresa Rachel
Menhub Budi: Pemeriksaan Maskapai Akan Dilakukan Mendetail Budi Karya Sumadi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku akan terus meninjau keamanan penerbangan di Indonesia. Ini terkait dengan kecelakaan fatal jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 tujuan Jakarta - Pangkal Pinang beberapa waktu lalu.

"Pada dasarnya akan ada proses-proses pemeriksaan, baik dari airlines maupun keadaan pesawatnya. Proses peninjauan terkait keamanan penerbangan ini akan sangat mendetail, dari segi SOP, kompetensi pilot dan awak pesawat lainnya, serta aspek-aspek lainnya," ungkap Budi usai mengisi acara Business Challenges yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia di Raffle Hotel Jakarta, Senin (26/11).

Budi belum bisa memastikan mengenai sanksi apa yang akan diberikan bila sebuah maskapai maupun pesawat belum memenuhi kriteria terbang tertentu, karena akan ada banyak hal yang diperhatikan.

"Bila terjadi kesalahan, akan diterapkan pola tertentu, namun ini kan masih berjalan, masih banyak hal yang harus diperhatikan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi sinyal akan mengaudit keuangan maskapai guna memastikan keuangannya sehat. Harapannya, ini bisa berujung pada jaminan keselamatan. Karena, menurutnya tidak ada toleransi mengenai keselamatan penerbangan meskipun menggunakan maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC).

"Saya pikir usulan baik soal audit manajemen dan finansial. Ini kita akan diskusikan dalam apa yang ada dalam aturan. Kalau belum ada, itu kita tindak lanjuti," katanya usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (22/11).

Namun demikian, dia menilai tidak semua maskapai memiliki rekam jejak yang kurang baik. "Beberapa ada yang mendapatkan penghargaan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Budi, baik maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) maupun pelayanan lengkap (full service) harus menjamin keselamatan dan tidak ada toleransi.

"Enggak ada hubungannya LCC dengan masalah ini, yang kita amanahkan pada industri bahwa keselamatan adalah keharusan. Kalau ada kekurangan kita akan lakukan perbaikan bersama-sama. Jadi, enggak ada alasan LCC boleh mengabaikan keselamatan," katanya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini