Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub Budi bakal temui Australia terkait larangan naik Lion Air

Menhub Budi bakal temui Australia terkait larangan naik Lion Air Pesawat Lion Air. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dalam pernyataannya, pemerintah Australia menyatakan keputusan pelarangan terbang menggunakan Lion Air akan kembali ditinjau setelah diketahui hasil investigasi terhadap penyebab kecelakaan pesawat JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana akan menemui pihak Australia terkait larangan ini. Mengingat, larang ini akan mempengaruhi reputasi perusahaan Lion Group.

"Kita akan jelaskan, karena pihak luar telah menvonis kita. Mungkin besok atau lusa minta waktu bertemu," kata Budi Karya di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Rabu (31/10).

Dia menjelaskan, larang tersebut sebenarnya tidak berpengaruh besar karena Lion Group sedikit ke Australia, dan paling banyak ke Singapura dan Malaysia.

Sebelumnya, Pendiri Lion Air Grup Rusdi Kirana mengatakan larangan tersebut tidak akan berdampak signifikan pada bisnis perusahaan. Sebab, Lion Air sejauh ini hanya melayani rute domestik.

"Tidak ada (dampak ke bisnis) karena kita kan domestik. Kita ada terbang Australia itu namanya Batik dan Malindo," kata dia, saat ditemui, di Crisis Center Lion Air, Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Selasa (30/10).

Dia mengatakan pihaknya menghargai kebijakan tersebut. Saat ini pihaknya sedang menunggu hasil investigasi yang sedang dijalankan. "Dan kita menghargai kalau mereka melarang, kalau hasil investigasi bukan salah kita, kita minta mereka melakukan koreksi," ujar Rusdi.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP