Menguak fakta di balik maraknya produk China di e-commerce Indonesia

Kamis, 4 Januari 2018 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Menguak fakta di balik maraknya produk China di e-commerce Indonesia e-commerce. © mytotalretail.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengeluhkan produk yang dijual di e-commerce Indonesia didominasi produk asal China. JK mendapat laporan bahwa 94 persen produk yang diperdagangkan di e-commerce Indonesia berasal dari China.

"Retail sudah cukup baik, di mana-mana kita berjalan ada toko retail. Kita berjalan ada toko ritel yang menjual harus produksi. Tapi produktivitas kita sendiri saya mendengar dari laporan e-commerce 94 persen yang dijual e-commerce adalah barang China, angkanya tidak terlalu jelas, tapi tinggi sekali," ujar Wapres JK di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1).

Untuk itu, Wapres JK meminta investor mengambil alih penyediaan produk dalam negeri supaya tidak dirajai oleh produk asing. "Artinya, pasar ini harus dimanfaatkan oleh investor yang ada di pasar modal ini," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK juga meminta investor lebih gencar melakukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Investasi dilakukan bukan hanya investasi modal namun juga investasi riil.

"Kepada saudara-saudara investor, emiten yang ada di sini, bahwa satu satunya yang perlu kita tingkatkan adalah investasi. Investasi riil bukan hanya investasi di pasar modal," jelasnya.

Investasi riil dapat dimulai dengan membangun pabrik, smelter dan infrastruktur lain yang dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi. "Jadi bukan hanya pasar uang tapi riil dalam bentuk fisik."

Merdeka.com mencoba menguak fakta di balik keluhan Wapres JK tersebut. Berikut rinciannya:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini