Mengenang Ibrahim Risjad, Konglomerat di Era Soeharto yang Pernah Jadi Tukang Jahit
Merdeka.com - Diawali dari tukang jahit, Ibrahim Risjad berevolusi menjadi orang paling kaya di Banda Aceh pada masanya. Dia merupakan pendiri sejumlah perusahaan besar.
Pria kelahiran Reubee, Pidie, Aceh 2 Maret 1934 itu mengawali perjalanan hidup kesuksesan usaha sebagai penjahit di pusat Kota Idi Rayek, Aceh Timur. Dia menjalani pekerjaan sebagai tukang jahit dengan ulet, hingga kepiawaiannya dalam berbisnis membuatnya berhasil mendapatkan kepercayaan dari para langganannya.
Selepas lulus SLTA di Medan pada 1954, dia memulai kariernya pada sebuah perusahaan swasta. Pada 1965, almarhum sudah menjadi direktur CV Waringin. Pada 1968 hingga 1973, Ibrahim menjabat sebagai direktur II PT Waringin Kencana.
Pada 1973, Ibrahim menduduki jabatan baru sebagai direktur PT Indocement. Ia juga sempat menjabat sebagai presiden direktur PT Sarida Perkasa merangkap presiden direktur PT Branta Mulia sejak 1979. Pada 1986, menjabat direktur utama PT Semen Madura.
Nama Ibrahim Risjad sebagai pengusaha papan atas Indonesia menjulang tinggi pada masa Soeharto berkuasa. Dia dikenal luas sebagai salah satu dari anggota The Gang of Four bersama tiga konglomerat lainnya, yakni Liem Sioe Liong, Sudwikatmono, dan Djuhar Sutanto.
Sudwikatmono, adik sepupu Presiden Soeharto, bertugas menangani izin ekspor-impor. Ibrahim Risjad mencari kredit ke bank. Sedangkan urusan finansial perusahaan dikelola Liem Sioe Liong dan Djuhar Susanto. Usaha kelompok ini berkembang pesat dan segera menggurita. Impor film, jaringan bioskop, hingga pabrik terigu, dan semen dikuasai hampir tanpa pesaing.
Ibrahim Risjad kemudian meninggal dunia pada Kamis 16 April 2012 malam, pukul 21.36 Singapura.
Pria kelahiran Sigli, Aceh, 3 Maret 1934 itu wafat pada usia 78 tahun. Jenazah pengusaha yang sempat menjadi ketua umum Asosiasi Semen Indonesia itu akan disemayamkan di kediamannya di Jl Bukit Golf Utama Pondok Indah, Jakarta Selatan.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya