Menengok Perkembangan Pembayaran Digital di Indonesia
Merdeka.com - Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan mengatakan, penggunaan alat pembayaran digital pada tahun 2019 berkembang pesat. Meski demikian, Indonesia masih belum bisa menerapkan pembayaran digital secara menyeluruh.
"Saya rasa masih separuh-separuh, dan belum terasa saat ini. Tapi ini sangat menggembirakan buat Indonesia untuk go cashless," kata Soeprapto, dalam ajang Ipsos Marketing Summit 2020: Indonesia The Next Cashless Society, Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (15/1).
Dilihat dari hasil survei Ipsos, masyarakat yang memilih menggunakan pembayaran non tunai merasa yakin, aman, dan nyaman sehingga bisa mengontrol pengeluaran. Konsumen menikmati penggunaan pembayaran digital, karena memberikan pengalaman baru dalam bertransaksi.
"Kalau kita lihat dari semua elemen yang kita ukur tidak ada satupun hal-hal, seperti negatif kekawatiran mereka, mereka bilang very fun, sebenernya membuat hidupnya mereka menjadi lebih progresif, saya rasa potensinya kalau di Indonesia tuh masih realistis," katanya.
Dia mencontohkan, China telah menerapkan pembayaran digital hampir menyeluruh. Di mana 95 persen masyarakat China sudah tidak melakukan transaksi menggunakan uang fisik atau tunai. Cukup melalui smartphone mereka masih bisa hidup dengan melakukan transaksi digital.
3 Dompet Digital yang Banyak Digunakan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMelalui Studi The Next Cashless Society, menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya menggunakan satu jenis dompet digital, karena hanya sebanyak 21 persen, sementara 28 persen menggunakan dua jenis dan 47 persen menggunakan tiga jenis atau lebih, dan dompet digital yang paling digunakan adalah OVO dan Gopay.
Penelitian juga mengungkapkan pola kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kartu non tunai, terungkap e-money, dan Flazz merupakan kartu yang paling sering digunakan dalam bertransaksi. Di mana sebanyak 47 persen hanya memiliki satu kartu, 30 persen memiliki dua kartu dan 23 persen memiliki tiga atau lebih kartu non tunai.
Penggunaan non tunai ini dimanfaatkan masyarakat, untuk melakukan berbagai transaksi keuangan seperti berbelanja online, membayar tagihan listrik, membayar makanan di restoran, membayar penggunaan alat transportasi, menonton bioskop dan berbagai layanan perbankan digital.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya