Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok kesiapan Jasa Marga dalam penerapan gardu tol elektronik

Menengok kesiapan Jasa Marga dalam penerapan gardu tol elektronik E-Tollpass. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pemerintah terus mempercepat kesiapan infrastruktur gardu jalan tol mampu bekerja efektif dalam penerapan 100 persen pembayaran non tunai pada Oktober 2017. PT Jasa Marga (Persero) sebagai salah satu operator jalan tol menyatakan kesiapannya mendukung sistem pembayaran tersebut.

Direktur Operasi I Jasa Marga, Mohammad Sofyan mengatakan sebanyak 1.150 jalan tol milik Jasa Marga, 47 persen telah siap melakukan pembayaran sistem non tunai. Perusahaan akan terus mempercepat kesiapan berbagai infrastruktur agar dapat beroperasi 100 persen pada oktober mendatang.

"Total gardu Jasa Marga itu sekitar 1.150. Jalan tol Jasa Marga yang jalan di induk maupun di anak perusahaan. Rata rata sudah 47 persen menggunakan gardu tol otomatis," ujar Sofyan saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (15/8).

Sofyan mengatakan, untuk dapat mengejar kesiapan gardu tol melakukan sistem pembayaran non tunai, perusahaan hanya akan melakukan pengoptimalan infrastruktur yang ada. Sehingga, tidak memerlukan pengadaan infrastruktur tambahan untuk mendukung pembayaran non tunai.

"Enggak, kita hanya akan mengoptimalkan yang telah ada untuk mendukung sistem ini. Karena itu tadi saat membangun kita terapkan tehnologi terakhir. Sudah, sudah cukup dengan infrastruktur yang ada saat ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU-Pera Herry Trisaputra Zuna mengatakan untuk menghindari gangguan teknis di gardu saat akan masuk jalan tol, pihaknya telah menghimbau operator jalan tol untuk memeriksa setiap komponen penerimaan pembayaran non tunai. Salah satunya sensor di setiap gardu.

"Sensor sudah dievaluasi pihak operator. Dan juga memang ada kartu yang lama, edisi awal sulit dibaca, kami sampaikan ke bank untuk ditarik, untuk diganti dengan yang baru. Paling lama akhir Agustus selesai," tegasnya.

Herry berharap dengan penggunaan sistem pembayaran non tunai di jalan tol, mampu mengurai kemacetan panjang yang biasa terjadi saat akan masuk ke jalan tol.

"Kemacetan di gerbang tol mestinya berkurang banyak ya, karena transaksi non tunai itu kan kurang dari 4 sampai 5 detik. Soalnya kalau dia bayar tunai, harus nunggu kembalian, ini bisa 12 detik dan seterusnya," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP