Membongkar Strategi Promosi UMKM Raup Keuntungan Berlipat Ganda Selama Ramadan

Pelaku usaha dapat menjangkau lebih banyak konsumen, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis mereka.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Membongkar Strategi Promosi UMKM Raup Keuntungan Berlipat Ganda Selama Ramadan
Dua bulan setop beroperasi, TikTok Shop kembali jualan di Indonesia. Demi bangkit lagi, investasi Rp 23,4 triliun dilakukan TikTok kepada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (merdeka.com/Arie Basuki (© 2026 Liputan6.com)

Selama bulan Ramadan, aktivitas masyarakat di dunia digital mengalami lonjakan yang signifikan. Mereka tidak hanya mencari inspirasi untuk hidangan berbuka puasa, tetapi juga berbelanja produk lokal guna merayakan Idulfitri. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat aktif memanfaatkan platform digital untuk merayakan kehangatan bulan suci ini.

Misalnya di TikTok, terdapat hampir 13 juta video singkat yang diunggah oleh para kreator dan penjual pada minggu pertama Ramadan 2026. Tingginya tingkat interaksi di TikTok selama bulan Ramadan memberikan peluang bagi merek lokal, termasuk UMKM, untuk berbagi cerita tentang perjalanan bisnis mereka sekaligus mempromosikan produk unggulan.

Dengan memanfaatkan kekuatan penemuan di TikTok yang didukung oleh komunitas yang sangat terlibat, serta kemudahan berbelanja di TikTok Shop by Tokopedia, pelaku usaha dapat menjangkau lebih banyak konsumen, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan bisnis mereka.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha lokal dengan anggaran terbatas juga memanfaatkan berbagai solusi pemasaran yang ada di TikTok, seperti beriklan melalui TikTok For Business untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Contohnya, Sajodo Snack & Food dari Tasikmalaya, Jawa Barat, dan UNERD Footwear dari Pasuruan, Jawa Timur, adalah dua UMKM lokal yang sukses memanfaatkan TikTok untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka di TikTok Shop by Tokopedia selama Ramadan tahun ini. Mari kita simak lebih lanjut kisah mereka.

Jumlah Pesanan Lebih dari Dua Kali Lipat ketika Ramadan

UNERD Footwear adalah merek alas kaki lokal yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur, yang didirikan oleh Yoseph Putera Soesanto di tengah pandemi. Merek ini menawarkan berbagai pilihan alas kaki yang stylish dengan harga yang terjangkau, mulai dari sepatu untuk lari, sneakers kasual, hingga sandal recovery.

Sejak awal berdiri, UNERD telah memanfaatkan platform TikTok, termasuk solusi pemasaran TikTok Ads, untuk memperkenalkan produk mereka kepada audiens yang lebih luas, khususnya kalangan muda yang mencari produk yang fashionable namun tetap terjangkau.

Selama bulan Ramadan, UNERD mengubah strategi kontennya untuk menampilkan produk yang sesuai dengan berbagai momen Lebaran. Contohnya, mereka menawarkan berbagai model sepatu yang nyaman untuk digunakan saat berkumpul atau bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

Dengan dukungan konten organik serta iklan melalui TikTok Ads, UNERD berhasil menjangkau lebih banyak pembeli baru. Pada Ramadan tahun ini, UNERD mencatat peningkatan jumlah pesanan lebih dari dua kali lipat dan penjualan yang hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, sejak menerapkan solusi pemasaran dari TikTok Ads, UNERD juga menemukan adanya pelanggan baru dari daerah seperti Riau, Sumatra Selatan, hingga Lampung.

"Lewat fitur TikTok Ads, kami tidak hanya bisa menjangkau audiens baru yang sebelumnya belum mengenal brand, tapi mengonversi mereka menjadi pembeli yang siap bertransaksi. Dampaknya sangat terasa bagi pertumbuhan bisnis kami, bahkan sekitar 80 persen dari pembeli kami merupakan pelanggan baru, menunjukkan efektivitas TikTok Ads dalam membantu memperluas jangkauan sekaligus mendorong penjualan bagi UMKM lokal seperti UNERD," ucap Yoseph, perwakilan dari UNERD.

UNERD meyakini bahwa fitur-fitur pemasaran yang ditawarkan oleh TikTok, termasuk TikTok Ads, sangat membantu dalam mengembangkan jangkauan pasar mereka hingga ke seluruh Indonesia. Selain aktif di TikTok Shop by Tokopedia, UNERD juga menjalin kerjasama dengan 68 mitra toko retail dan 3 toko online di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Bahkan, UNERD mampu memperluas pasar dengan mengenalkan produknya ke tingkat internasional, termasuk Jepang.

Sajodo Snack & Food adalah merek camilan lokal yang didirikan oleh pasangan pengusaha muda, Firda Khaerunnisa dan Gilang Gumilar, pada tahun 2020 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Merek ini lahir dari keinginan untuk memberdayakan petani lokal selama pandemi dengan mengolah hasil panen mereka menjadi berbagai camilan pedas khas Sunda, seperti basreng daun jeruk, keripik kaca, keju aroma, baso aci, serta keripik pedas lainnya seperti kulit ayam dan usus krispi.

Sejak awal berdirinya, Firda dan Gilang memanfaatkan platform TikTok untuk berbagi konten mengenai proses produksi serta cerita di balik perjalanan bisnis Sajodo. Melalui kekuatan penemuan yang ada di TikTok, konten mereka berhasil membantu pengguna menemukan brand dan produk Sajodo secara organik.

Seiring bertambahnya minat dan permintaan dari pelanggan, Sajodo pun memperluas jangkauannya melalui ekosistem digital, termasuk TikTok Shop by Tokopedia, serta memanfaatkan layanan iklan TikTok Ads untuk menjangkau lebih banyak konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

"Sejak awal merintis Sajodo, kami merasakan langsung bagaimana kekuatan penemuan dan dukungan komunitas TikTok yang sangat terlibat memungkinkan brand lokal seperti kami lebih mudah ditemukan oleh banyak orang. Kami juga aktif memanfaatkan solusi pemasaran seperti TikTok Ads untuk menjangkau konsumen baru, sehingga banyak orang yang akhirnya mengenal produk kami dan itu sangat membantu memperluas pasar kami di berbagai kota," ujar Firda.

Bagi Sajodo, bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat krusial untuk penjualan karena permintaan camilan meningkat pesat. Camilan tersebut biasanya dibeli untuk berbuka puasa, berkumpul bersama keluarga, atau mengisi toples menjelang Lebaran. Sajodo aktif membagikan konten bertema Ramadan di akun media sosial mereka dan juga mengikuti kampanye Ramadan yang diadakan oleh TikTok.

Selain itu, mereka memanfaatkan solusi pemasaran seperti TikTok Ads untuk mempromosikan produk unggulan. Konsistensi yang ditunjukkan oleh Sajodo membuahkan hasil yang memuaskan.

Pada Ramadan tahun ini, Sajodo berhasil mencatatkan peningkatan penjualan yang mencapai tiga kali lipat di TikTok Shop by Tokopedia.

"Sebagai UMKM dengan modal yang terbatas, TikTok Ads sangat membantu kami untuk memperluas jangkauan Sajodo. Melalui alat yang mudah digunakan serta dukungan langsung dari tim TikTok, kami bisa dengan cepat menyesuaikan strategi promosi agar lebih efektif dan efisien, terutama saat momentum penting seperti Ramadan ketika permintaan meningkat. Hasilnya pun terasa langsung pada bisnis kami, dengan penjualan naik signifikan," ujar Firda.

Dengan modal awal sekitar Rp1 juta dan tim kecil, Sajodo kini telah berkembang menjadi bisnis dengan omzet miliaran rupiah, memiliki tiga pabrik, dan membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan masyarakat di Tasikmalaya.

Konsistensi dalam memanfaatkan kanal penjualan digital juga berkontribusi pada perluasan pasar Sajodo, bahkan hingga ke negara-negara seperti Malaysia, Jepang, dan Arab Saudi. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Sajodo menunjukkan bahwa bisnis yang dimulai dari modal kecil dapat tumbuh menjadi perusahaan besar yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan mereka dalam memanfaatkan platform digital seperti TikTok adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu UMKM dalam meningkatkan penjualan dan jangkauan pasar.

Rekomendasi