Masker Buatan Pengusaha Kecil Batang Terjual Hingga Malaysia, ini Rahasianya

Rabu, 28 Oktober 2020 17:17 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Masker Buatan Pengusaha Kecil Batang Terjual Hingga Malaysia, ini Rahasianya Ilustrasi menggunakan masker pada anak. ©2020 Pexels.com

Merdeka.com - Kerajinan masker yang diproduksi oleh perajin Tri Amalia Lestari, warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah mampu menembus pasar Malaysia. Tri Amalia mampu meraup omzet mencapai Rp3 juta per bulan.

Tri Amalia Lestari mengatakan bahwa inisiatif pembuatan masker itu bermula dari sekadar menyalurkan hobi kerajinan tangan dan melihat peluang kebutuhan masyarakat menggunakan masker seiring pandemi Covid-19.

"Berawal dari situ (melihat peluang usaha) saya mencoba membuat masker kelas premium dengan ditambah pernak-pernik agar diminati pembeli," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (28/10).

Selain itu, kata dia, kerajinan tangan berupa masker yang dibuat dirinya dipasarkan melalui media sosial (medsos).

Dia mengatakan dirinya sengaja menambah pernak-pernik di atas bordiran kain tiga lapis dari bahan katun toyobo dan brukat tanpa harus mengurangi fungsi utama untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kami sengaja memproduksi masker dengan berbagai macam varian agar diminati konsumen tanpa menghilangkan fungsi utamanya untuk mencegah penularan COVID-19," katanya.

Menurut dia, kreatifitas membuat masker dengan ditambah pernak-pernik seperti pin, renda, payet, dan pita yang disulam di atas bordiran kain motif bunga ini ternyata banyak diminati konsumen lokal hingga mancanegara.

"Untuk ekspor awalnya juga dari teman yang melihat postingan kemudian suka dan minat, itu orang Malaysia. Kemudian, dia minta contoh, dari situ permintaan masker terus bertambah bahkan hingga beberapa wilayah kota Malaysia seperti Sabah, Kualumpur, dan Kucing," katanya.

2 dari 2 halaman

Masker Dijual Seharga Puluhan Hingga Ratusan Ribu Rupiah

seharga puluhan hingga ratusan ribu rupiah

Warga asal Kecamatan Wonotunggal ini mengatakan bahwa harga produk masker dibandrol Rp30.000 hingga seratusan ribu, tergantung jenis variasinya.

"Ada sekitar 30 varian masker, namun yang paling diminati konsumen adalah masker hijab, masker pengantin, dan masker merah putih," katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan untuk menyelamatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19, pemkab telah memberikan stimulus ekonomi mulai dari pinjaman modal hingga pelatihan ekonomi modern.

"Untuk tingkat RT pun kita berikan bantuan Rp2,5 juta, yang Rp500.000 itu untuk penanganan Covid-19," katanya.

[bim]

Baca juga:
CEK FAKTA: Tidak Benar CDC Sebut Tak Perlu Masker Sebab Corona Tak Menyebar di Udara
Sejarah Penggunaan Masker, dari Masker Paruh Burung Abad ke-17 Hingga Menjadi Budaya
Libur Panjang, Anies Minta Masyarakat Tetap Pakai Masker Saat Kumpul Keluarga
CEK FAKTA: Tidak Benar Memakai Masker Tak Ber-SNI Akan Didenda dan Dipenjara
Anies Baswedan Ungkap Penurunan Kepatuhan Penggunaan Masker di Jakarta
Satpol PP: Pelanggaran Penggunaan Masker Turun Signifikan Selama PSBB Transisi

{paging_intro} {paging_nav}
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini