Luncurkan buku, Bekraf catat pendapatan ekonomi kreatif capai Rp 922 T di 2016

Selasa, 27 Februari 2018 17:12 Reporter : Dwi Aditya Putra
Luncurkan buku, Bekraf catat pendapatan ekonomi kreatif capai Rp 922 T di 2016 Triawan Munaf. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - badan Ekonomi Kreatit (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menerbitkan serangkaian Buku Statistik Ekonomi Kreatif. Buku ini menyajikan angka statistik ekonomi kreatif dari tahun 2010 hingga 2016.

Kepala Badan Ekonomo Kreatif, Triawan Munaf menjelaskan, penerbitan buku tersebut merupakan salah satu program penting Bekraf dalam upaya agar kinerja ekonomi kreatif dapat semakin terukur. Khususnya dilihat dari pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), besaran ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

"Pendapatan ekonomi kreatif (ekraf) di tahun 2016 adalah sebesar Rp 922,59 trilliun atau naik menjadi 7,44 persen terhadap total PDB Nasional," kata Triawan dalam Konferensi Pers Peluncuran Data Statistik Ekonomi Kreatif, di XXI Club, Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa, (27/2).

Tingkat penerapan tenaga kerja juga meningkat. Secara ekspor, kata dia banyak sekali produk ekonomi kreatif yang telah dinikmati pasar luar negeri, terutama dari subsektor fesyen, kriya dan kuliner yang mendominasi pasar eskpor produk kreatif Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik, suhariyanto mengungkapkan hingga tahun 2017 lalu BPS telah dua kali bekerja sama dengan Bekraf dalam menyusun statistik ekonomi kreatif. Dia berharap nantinya, melalui penerbitan Buku Statistik Ekonomi Kreatif ini akan semakin mendorong munculnya kebijakan-kebijakan ekraf lebih strategis dan tepat sasaran.

Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, lanjut dia cukup menjanjikan bila dibandingkan dengan negara lain, bahkan lebih tinggi bila dibandingkan Rusia atau Singapura. "Dengan tingkat pertumbuhan yang dicapai, maka ekraf berpotensi menjadikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik," Imbuhnya.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, terdapat 8,2 juta usaha ekonomi kreatif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun sebagian besar masih di area pulau Jawa. Dari total usaha ekonomi kreatif tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 15,96 juta tahun 2018 ke 16,9 juta dj tabun 2016 dengan rata-rata pertumbuhan 4,69 persen.

"Sebagai model ekonomi baru pertumbuhan ekraf cukup menjanjikan seperti terlihat dari pertumbuhan ekspor produk ekraf yang lebih tinggi dibanding ekspor keseluruhan sektor non migas dengan ekspor tertinggi Amerika Serikat, diikuti Swiss dan Jepang," ujar Suhariyanto.

Dalam kegiatan ini, sedikitnya terdapat 13 rangkaian buku Statistuk Ekonomi Kreatif mengenai potensi, pertumbuhan, dan pencapaian ekraf Indonesia. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini