Luhut Jamin TikTok Tetap jadi Investasi di Indonesia Meski Pemerintah Melarang Jualan di Media Sosial

Luhut memastikan larangan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap investasi TikTok di Indonesia.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Luhut Jamin TikTok Tetap jadi Investasi di Indonesia Meski Pemerintah Melarang Jualan di Media Sosial
Luhut Jamin TikTok Tetap jadi Investasi di Indonesia Meski Pemerintah Melarang Jualan di Media Sosial (Merdeka.com)

 Luhut memastikan larangan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap investasi TikTok di Indonesia.

Luhut Jamin TikTok Tetap jadi Investasi di Indonesia 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersikukuh melarang platform layanan hosting asal China, TikTok untuk berjualan di media sosial.

Namun begitu, Luhut memastikan larangan tersebut tidak akan berpengaruh terhadap investasi TikTok di Indonesia.

Itu diutarakannya pasca berbincang langsung dengan CEO TikTok Shou Zi Chew beberapa waktu lalu. 

"Ya harus jadi lah. Indonesia kan market yang bagus. Kita tidak membikin aturan yang berbeda dengan negara-negara lain kok," tegas Luhut usai peluncuran bukunya di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (29/9).

"Ya harus jadi lah. Indonesia kan market yang bagus. Kita tidak membikin aturan yang berbeda dengan negara-negara lain kok," tegas Luhut usai peluncuran bukunya di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (29/9).
Dok. Istimewa

Kendati begitu, Luhut mengaku ia belum berbincang lebih jauh soal rencana investasi TikTok di Indonesia. 

Dia tetap mempersilakan TikTok menanamkan modalnya di Indonesia. Tentunya, selama sesuai izin dan tidak mengganggu perusahaan e-commerce lain.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Belum, belum. Tapi saya sudah bilang, harus main dalam satu level playing field yang sama. Jadi jangan ada yang lain," ujar Luhut. 

"Karena algoritma itu teknologi sangat berpengaruh terhadap nanti dalam TikTok ini dengan Bukalapak, Blibli dan sebagainya itu. Kita enggak mau nanti terjadi perbedaan treatment," tuturnya.

Sehingga, ia mewanti-wanti TikTok untuk membangun perusahaan e-commerce sendiri yang terpisah dengan platform media sosial miliknya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita pisahkan kemarin, jadi jangan dagang di media sosial. Itu aja, enggak ada yang lain-lain," tekan Luhut.

Rekomendasi