Luhut Harap Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat

Rabu, 15 Januari 2020 21:55 Reporter : Anisyah Al Faqir
Luhut Harap Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, nilai tukar (kurs) Rupiah telah menunjukkan penguatan sejak beberapa hari lalu. Hal ini mematahkan anggapan yang menyebutkan mustahil rupiah bisa menguat.

Diketahui, Rupiah sempat berada di atas Rp14.000 per USD, namun terus menunjukkan penguatan hingga Rp13.600 per USD. Mengutip data Bloomberg, hari ini Rupiah ditutup di level Rp13.695 per USD.

"Ini kan market enggak bisa dibohongi. Dilihat sekarang CAD (current account deficit) kita kan membaik. Kemudian dilihat juga keterbukaan," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (15/1).

Dia meyakini Rupiah akan terus menguat setelah undang-undang Omnibus law cipta karya dan perpajakan disetujui. Belum lagi jika investasi badan usaha pengelola investasi negara (sovereign wealth fund) berjalan.

1 dari 1 halaman

Rupiah Tak Terlalu Cepat Menguat

"Nanti selesai omnibus law, akan jauh lebih kuat (Rupiah). Nanti lihat lagi selesai sovereign wealth fund pasti tambah kuat lagi. Nanti lihat masuk middle east ini. Abu dhabi kan terkenal kuat sekali," ujarnya.

Selain itu kondisi ekonomi Indonesia yang membaik juga menjadi faktor penguatan Rupiah. Seperti kondisi makro yang cukup positif, angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hingga angka inflasi.

"Kita juga memberikan kepada market mekanisme. Ini market saja yang membuat begitu," imbuhnya.

Namun, dia berharap penguatan Rupiah tidak terlalu cepat dan tetap sesuai fundamental. Sebab bila terlalu cepat akan mengganggu iklim ekspor. "Jangan sampai nanti terlalu cepat menguatnya. (Kalau) cepat menguat kan ekspor kita jadi masalah," kata Luhut. [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani: Penguatan Nilai Tukar Rupiah Belum Berdampak Pada APBN
Rupiah Terus Menguat Sentuh Rp13.675 per USD, Ini Kata BI
Bos BI soal Rupiah Menguat ke Rp13.772 per USD: Bukti Ekonomi Indonesia Membaik
Rupiah Menguat Dipicu Meredanya Perang Amerika Serikat dan Iran
Ketegangan Konflik Iran-AS Menurun, Rupiah Menguat ke Level Rp13.851 per USD
Perang Iran-AS, Ini Dampak Negatifnya ke Indonesia

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini