Lion Air Group pesan 300 mesin pesawat senilai Rp 75,63 triliun
Merdeka.com - Lion Air Group melalui perusahaan leasingnya, Transportation Partners dan CFM International telah memesan 380 unit mesin LEAP-1A yang akan digunakan pada pesawat Airbus A320neo/A321neo senilai USD 5,5 miliar atau setara dengan Rp 75,63 triliun.
President and Chief Executive Officer of Lion Air Group Edward Sirait mengatakan kerja sama dengan CFM sejalan untuk meningkatkan dan memperkuat strategi bisnis perusahaan. Dia optimis, mesin ini akan memberikan kinerja kelas dunia dengan nilai lebih, antara lain efisiensi ekonomi, keandalan dan tetap membantu mewujudkan rencana Lion Air Group terus berkembang.
"Pilihan kami untuk menggunakan mesin CFM pada A320neo family dan Boeing 737 MAX merupakan keputusan yang tepat. Kedua jenis pesawat itu adalah elemen penting dan utama dalam pertumbuhan jangka panjang. Armada terbaru dan paling modern akan memastikan Lion Air Group menjadi yang terdepan dalam industri aviasi," kata Edward di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (29/3).
Vice President of Global Sales & Marketing GE Aviation, induk perusahaan CFM International Chaker Chahrour menambahkan, Lion Air telah merasakan manfaat yang besar dari pengoperasian mesin LEAP-1B dan memahami bagaimana mesin LEAP-1A akan menjadi asset penting bagi maskapai.
"Dengan perluasan layanan MRO, akan menjadikan kemitraan ini semakin lengkap. Kami senang melihat apa yang akan terjadi di masa depan," tambah dia.
Kesepakatan hari ini juga termasuk perluasan layanan Material Service Agreement (MSA) selama 25 tahun untuk mesin CFM56-7B, CFM56-5B, dan LEAP-1B yang ditandatangani pada tahun 2014 dan ke depannya juga akan mencakup mesin LEAP-1A.
CFM juga akan menyediakan layanan MRO untuk mesin CFM56 dan LEAP milik Lion Air Group hingga fasilitas perbaikan milik Lion Air yaitu Batam Aero Technic (BAT) di Batam, selesai dibangun. CFM telah memberikan bantuan dalam pengembangan fasilitas pemeliharaan dan pengujian mesin milik Lion Air Group yang baru sejak tahun 2016, dengan memberikan bantuan dalam hal manajemen proyek dan saran ahli mulai dari desain, konstruksi dan penyelesaian akhir fasilitas baru tersebut.
Saat dioperasikan nanti, BAT akan memiliki kemampuan pemeliharaan dan perbaikan untuk mesin CFM56 dan LEAP. CFM akan menyediakan pelatihan perbaikan mesin CFM56 dan LEAP dengan alih pengetahuan yang akan mendukung pengembangan para spesialis MRO berkualitas dari dalam negeri.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya