Kronologi 3 Warga Terpental dari Wahana Jet Coaster di Pasar Malam Jembrana Bali
Dalam insiden itu, ada tiga orang warga atau pengunjung yang dilaporkan terluka setelah terpental dan terbentur saat menaiki wahana jet coaster.
Peristiwa kecelakaan wahana permainan terjadi di pasar rakyat atau pasar malam di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.
Dalam insiden itu, ada tiga orang warga atau pengunjung yang dilaporkan terluka setelah terpental dan terbentur saat menaiki wahana jet coaster atau roller coaster.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi pada Selasa (16/6) malam sekitar pukul 22.05 Wita.
"Telah terjadi kecelakaan orang terpental pada saat menaiki permainan jet coster yang ada di pasar rakyat Desa Pergung," kata Kompol Sartika saat dikonfirmasi, Kamis (18/6).
Tiga pengunjung yang dilaporkan terluka ialah I Kade Agus Suardika (27), mengalami luka lecet di paha kiri, bengkak di mata kaki kanan, lutut dan tulang kering serta sebelah mata kanan bengkak. Korban telah diajak ke tukang urut oleh panitia wahana jet coster untuk dilakukan perawatan.
Kemudian, korban bernama I Putu Agus Ariadi (32) mengalami sakit di bagian bahu kiri dan perut dan badanya sakit. Korban mendapat perawatan di Puskesmas 1 Mendoyo dan diantarkan oleh pihak panitia. Selanjutnya, korban seorang remaja perempuan bernama Ni Made Ayu Winda Dian Wintari (16) mengalamai sakit di pundak bagian kiri serta wajah bagian kiri.
"Saat ini korban mendapat perawatan di Puskesmas 1 Mendoyo. Korban juga kehilangan barang satu buah handphone dan dompet yang didalamnya berisikan identitas pribadi dan uang sebanyak Rp50.000," imbuhnya.
Kronologi
Kronologinya, saat itu sekitar pukul 22 :05 Wita pada saat wahana permainan roller coaster sedang berlangsung, tiba-tiba dua korban terlepas dari wahana permainan yang dinaiki dan jatuh ke tanah. Sedangkan, korban remaja perempuan bahunya terbentur tiang penyangga wahana permainan.
Pemilik wahana permainan diketahui berinisial WI (59) dia dan pihak panitia bertanggung jawab untuk memberikan pengobatan kepada ketiga korban. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal, kecelakaan diduga kuat terjadi akibat faktor teknis operasional wahana yang melebihi kapasitas.
"Adanya kejadian tersebut, dari pihak panitia telah memberikan fasilitas pengobatan terhadap ketiga korban. Saat ini korban masih menjalani perawatan di Puskesmas l Mendoyo," ujarnya.