Libur Natal dan Tahun Baru, truk dilarang masuk sejumlah ruas tol

Kamis, 7 Desember 2017 17:38 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Antrean truk kontainer di JICT. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hari raya Natal dan Tahun Baru 2018 tinggal menghitung hari. Menjelang dua hari perayaan tersebut, lalu lintas dipastikan akan mengalami kepadatan. Sebab, banyak masyarakat memutuskan pulang kampung atau pergi ke tempat liburan.

Mensiasati hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan skema lalu lintas dalam menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya adalah pelarangan kendaraan besar melewati ruas jalan tertentu.

"Untuk jalur Cawang sampai Cikampek. Cikampek sampai ke Brebes Timur. Kemudian Bandung - Cipali. Tol Jagorawi. Kemudian Merak. Itu memang untuk yang sumbu 3 ke atas itu tidak boleh melewati itu. Ada juga itu dari Semarang sampai Bawean Salatiga itu juga tidak boleh karena itu jalan keluarnya tol itu masih sempit," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, di Jakarta, Kamis (7/12).

Dia mengatakan skema lalu lintas Nataru tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya terkait kendaraan angkutan barang. "Kemarin kita sudah putuskan untuk manajemen pengelolaan angkutan barang selama Nataru Tanggal 22 Desember pukul 00.00 WIB sampai Tanggal 23 Desember pukul 00 WIB, jadi dua hari itu," kata Budi.

Budi menjelaskan, di tanggal 24 kendaraan besar pengangkut barang tersebut sudah bisa beroperasi kembali. Namun, menjelang tahun baru, pelarangan akan kembali diberlakukan. "Kemudian nanti lagi mulai tanggal 29 Desember Pukul 00.00 WIB sampai 30 Desember pukul 00.WIB, jadi dua hari juga," ujarnya.

Kendati demikian, Budi menegaskan bahwa aturan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan penyalur sembilan bahan pokok (sembako) dan bahan bakar minyak (BBM). Pelarangan tersebut bukan berarti kendaraan pengangkut barang sama sekali tidak boleh melintas. Akan tetapi, mereka hanya dilarang melintas di beberapa ruas jalan tertentu.

Jika ingin tetap beroperasi, Budi menyarankan untuk mencari alternatif lain. "Tetap boleh melalui jalan dengan catatan jangan melalui jalan yang sedang trafficnya padat sehingga kapasitas jalan menjadi berkurang. Kita utamakan masyarakat yang melalui jalan itu untuk melaksanakan liburan Natal. Tapi alan biasa (bukan tol) yang dari Cikampek sampai Cikarang itu boleh saja."

Budi mengungkapkan, aturan tersebut secara resmi akan diumumkan minggu depan. Sebab, keputusan tersebut harus menunggu persetujuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan selaku koordinator Kemenhub.

"Peraturan Menterinya lagi dibuat karena sesuai Inpres saya harus lapor dulu sama Menko Maritim. Ini sebenarnya sekaligus sudah saya sampaikan jadi tinggal nunggu keputusan resmi. Minggu depan saya kira."

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.