Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Layanan triple play Indihome diharap dongkrak pendapatan Telkom

Layanan triple play Indihome diharap dongkrak pendapatan Telkom Ilustrasi Telkom Indonesia. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama TelkomGrup, Alex J Sinaga mengatakan layanan triple play IndiHome akan menjadi katalis pendorong pertumbuhan pendapatan Telkom di masa depan. Melihat data 2017 ada tambahan 1,3 juta pelanggan IndiHome baru, sekitar 66 persen di antaranya merupakan pelanggan triple play yakni berlangganan telepon, internet, dan TV berbayar.

"Pertumbuhan bisnis Indihome diharapkan akan menjadi pendorong pertumbuhan Telkom di masa mendatang," ujar Alex di Jakarta, Sabtu (17/3).

Alex mengatakan, dari sisi pendapatan, sepanjang tahun 2017 IndiHome mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,2 triliun, tumbuh 48,1 persen dibanding tahun 2016 sebesar Rp 5,537 triliun. Average Revenue Per User (ARPU) di kuartal keempat 2017 sekitar Rp 285 ribu.

Telkom terus menggeber layanan berbasis Fiber Optic To The Home (FTTH) dengan melakukan modernisasi jaringan. Pada 2017, sebanyak 472 dari total 1.250 switching center berbasis kabel tembaga telah digantikan berbasis internet Protocol (IP based). Diperkirakan proyek modernisasi selesai pada 2020 untuk memiliki 14 IP-based switching center.

Secara terpisah, EVP Telkom Regional 2 Teuku Muda Nanta mengatakan, salah satu area yang berpotensi memasarkan layanan IndiHome adalah Jakarta dan sekitarnya. Pelanggan dari target pasar tersebut diperkirakan mampu mencapai target 700.000 pelanggan.

"Tahun lalu ada 30 persen dari total pelanggan IndiHome itu dari Regional 2 alias Jakarta dan sekitarnya. Tahun lalu sudah ada modernisasi jaringan ke fiber optik dengan kapasitas yang dibangun 200.000 port dan migrasi ke FO sebanyak 175 ribu pelanggan," jelasnya.

Sementara itu, Analis dari miraeasset sekuritas, Giovanni Dustin mengatakan walau ada risiko kompetisi yang meningkat di sektor telekomunikasi, saham Telkom tetap menjadi top pick, karena lanskap persaingan akan menguntungkan perseroan sebagai incumbent di semester kedua 2018.

Sedangkan CIMB Research analyst Foong Choong Chen menyatakan kinerja Telkom sepanjang 2017 sudah sesuai dengan prediksi. "Kalau dilihat kinerja keseluruhan TelkomGrup, pada bisnis seluler pertumbuhan flat karena kompetisi yang ketat, sedangkan di fixedline mengalami kenaikan," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP