Laba BCA naik 14 persen jadi Rp 20,6 triliun di 2016

Senin, 13 Maret 2017 18:22 Reporter : Syifa Hanifah
Laba BCA naik 14 persen jadi Rp 20,6 triliun di 2016 bank BCA. REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan para entitas anak mencatat laba bersih Rp 20,6 triliun di 2016 silam. Angka ini naik 14,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 18 triliun.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, peningkatan laba bersih ini ditopang oleh tingkat beban dana (cost of funds) yang rendah, kualitas portofolio kredit, serta pertumbuhan aset produktif yang solid. Pendapatan bunga bersih BCA meningkat 12 persen menjadi Rp 40,2 triliun pada tahun 2016 dari Rp 35,9 triliun pada tahun 2015.

"Kinerja BCA pada tahun 2016 dicapai melalui berbagai inisiatif dalam memanfaatkan peluang-peluang bisnis sena upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional, sehingga memungkinkan Bank untuk menutup tahun dengan tingkat pertumbuhan laba bersih yang Iebih baik dari tahun sebelumnya," kata Jahja di Jakarta, Senin (13/3).

Pendapatan operasional lainnya tumbuh 13,2 persen menjadi Rp 13,6 triliun pada akhir tahun 2016. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 12,3 persen menjadi Rp 53,8 triliun pada tahun 2016.

Di lain hal, BCA mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 530,1 triliun di 2016. Angka ini meningkat 11,9 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 473,7 triliun. Dana CASA atau dana murah masih mendominasi DPK BCA yaitu sebesar 77 persen, sementara deposito berkontribusi sebesar 23 persen terhadap total.

Di dalam komposisi CASA, dana giro tumbuh 19,2 persen menjadi Rp 137,9 triliun dari Rp 115,7 triliun di tahun sebelumnya, dan dana tabungan naik 10,5 persen mencapai Rp 270,3 triliun pada akhir tahun 2016 dibandingkan Rp 244,6 triliun pada tahun 2015.

Jahja memperkirakan, prospek ekonomi Indonesia pada 2017 masih akan terus membaik. Hal ditopang oleh kebijakan ekonomi pemerintah yang prudent, dampak keberlanjutan program tax amnesty, dan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.

"lnvestasi pada infrastruktur multi-channel perbankan transaksi dan peningkatan kapabilitas penyaluran kredit akan berlanjut, sehingga BCA mampu memaksimalkan dan meraih berbagai peluang di tahun 2017 dan prospek jangka panjang industri perbankan lndonesia yang positif," pungkasnya [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BCA
  3. Perbankan
  4. Jakarta
  5. Bank Central Asia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini