PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pasokan energi biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala dengan melibatkan masyarakat di sekitar fasilitas ketenagalistrikan. Officer Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Khalda Az Zahra, menjelaskan bahwa saat ini PLTU Adipala memanfaatkan campuran biomassa sebesar 3-5 persen untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.
Sebagian dari pasokan biomassa ini berasal dari limbah serbuk kayu yang dihasilkan oleh industri di sekitar. Untuk menjaga keberlanjutan pasokan, PLN EPI juga mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman tanaman energi secara mandiri.
"Pasokannya dikhawatirkan tidak sustain, karena itu kita create suplai biomassa dengan penanaman tanaman energi oleh masyarakat secara mandiri," ungkap Khalda dikutip di Jakarta, Jumat (23/5).
Pengembangan ekosistem biomassa ini memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal. Dengan menerapkan metode penanaman tumpang sari, para petani dapat meraih hasil panen dari tanaman pangan mereka. Selain itu, daun dari tanaman energi seperti Gamal dan Kaliandra dapat digunakan sebagai pakan ternak.
Setiap kali panen, tanaman energi ini dapat menghasilkan 6-10 kg biomassa yang akan ditampung oleh BUMDes setempat, sehingga memberikan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi petani. Fasilitas produksi biomassa yang dikelola oleh BUMDes juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Contohnya, BUMDes Semar Keleng yang terletak di Desa Keleng, Kecamatan Kesugihan, memiliki fasilitas produksi biomassa kepingan kayu dengan kapasitas 4 ton per hari dan mempekerjakan 20 orang.
Advertisement
PLN EPI bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat ekosistem biomassa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Tujuan dari kolaborasi ini adalah mendukung program cofiring di PLTU Adipala, yang merupakan bagian dari upaya nasional untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sejak tahun 2023, PLN EPI dan IPB telah berhasil mengembangkan lahan seluas 106 hektare di tiga kecamatan: Kawunganten, Jeruklegi, dan Kesugihan.
Di lahan tersebut, mereka menanam sekitar 216.000 tanaman energi, terutama jenis Kaliandra dan Gamal, yang sebagian besar sudah siap untuk dipanen dan diolah menjadi biomassa.
Advertisement
PLN EPI dan IPB memiliki rencana untuk memperluas area tanaman energi seluas 90 hektar guna meningkatkan produksi biomassa hingga mencapai 1.000-2.000 ton setiap bulan. Dengan langkah ini, diharapkan target pemanfaatan biomassa untuk PLTU Adipala dapat tercapai, yakni sebesar 42.000 ton per tahun, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 48.531,47 ton CO.
Menurut Dosen Silvikultur IPB, Andi Sukendro,
"Kami bersama PLN EPI menyiapkan transisi energi dengan pendekatan berbasis agroforestri. Tanaman energi ini bukan hanya menggantikan batu bara, tapi juga memberi nilai tambah bagi pangan dan ekonomi masyarakat."
Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal.