Kunjungi pesantren di Purworejo, Menperin beri wejangan soal Santripreneur

Selasa, 8 Mei 2018 20:58 Reporter : Rohimat Nurbaya
Kunjungi pesantren di Purworejo, Menperin beri wejangan soal Santripreneur Menperin Airlangga Hartarto disambut santri pondok pesantren An-Nawawi, Jawa Tengah.. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambangi Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/5). Airlangga mendatangi pondok pesantren tersebut di sela-sela kunjungannya ke Purworejo dalam rangka pelepasan ekspor gula semut.

Di depan para santri, Airlangga mengatakan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian memiliki program Santripreneur. Ke depan, para santri ini, selain mendalami ilmu agama, juga belajar menjadi seorang yang bisa berwirausaha.

"Maka dari itu, dalam kesempatan ini kami perlu bertukar pikiran kira-kira apa yang diperlukan di pesantren sini, karena banyak hal yang dapat kami lakukan, di pesantren lain kami mengembangkan industri air minum dalam kemasan," kata Airlangga.

Menperin Airlangga Hartarto disambut santri pondok pesantren An-Nawawi, Jawa Tengah. ©2018 Merdeka.com


Menurut Airlangga, melalui program Santripreneur tersebut, Kementerian Perindustrian bisa memfasilitasi dan mendorong dengan berbagai hal. Sehingga, ke depan para santri lebih mandiri, dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Karena ke depan Indonesia ini tergantung adik-adik santri semua, kami ini hanya mengantarkan adik-adik," ujarnya.

Airlangga menyebut, pada era bonus demografi 15 tahun mendatang, para siswa yang di pesantren inilah yang akan merasakannya. Karena itu, dari sekarang para santri harus digembleng baik secara ilmu agama maupun tentang ilmu ekonomi.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Big5nqEnkjz/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Big5nqEnkjz/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Saat di Purworejo tadi pagi, saya juga sempat bersilaturahmi ke pondok pesantren Pesantren An-Nawawi, Mberjan, bimbingan KH. Khalwani, senang berjumpa dengan para Kiai dan santri di sana, di sini juga lagi ngehits nih gerakan #santripreneur, jadi lulusan pesantren tak hanya jago ilmu agama tapi bisa juga jadi businessmen, matab kan 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻. Culture pesantren selalu mengingatkan saya akan kesantunan dan keramahan Indonesia yang khas. Hangat, bersahabat dan bersahaja. #menujuindonesiamaju #bersamamuindonesiamaju #Industri4.0</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">Sebuah kiriman dibagikan oleh <a href="https://www.instagram.com/airlanggahartarto4.0/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Airlangga Hartarto</a> (@airlanggahartarto4.0) pada <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-05-08T11:02:50+00:00">8 Mei 2018 jam 4:02 PDT</time></p></div></blockquote> <script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>

Memasuki era digital seperti searang ini, dia menyarankan para santri tidak memandang teknologi sebagai sesuatu yang negatif. Kata dia, teknologi harus dimanfaatkan.

"Ke depan kita juga bisa, koperasi ini dikaitkan dengan ilmu digital. Jadi kita lihat bisa belanja melalui online dan mengatur kebiasaan dengan sosial media," ucapnya.

Dengan ekonomi digital itu, kata Airlangga, para santri bisa belajar menjadi wirausaha melalui online. Dan Kementerian Perindustrian akan mendorongnya. "Jadi saya tekankan kepada adik-adik, Indonesia untuk ke depan, harus menjadi negara besar," ucap dia. [esy]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini