Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Krisis listrik, pelajar Puay Papua harus jalan 20 Km untuk sekolah

Krisis listrik, pelajar Puay Papua harus jalan 20 Km untuk sekolah PLN terangi Papua. ©2016 humas pln

Merdeka.com - Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyalurkan listrik desa. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun mencanangkan Program Papua Terang 2020.

Salah satunya di Desa Puay. Tokoh masyarakat Puay, Frederick mengatakan selama ini masyarakat hidup dalam kesulitan akibat tak ada aliran listrik. Salah satunya dalam masalah pendidikan karena di sekolah Desa Puay tak memiliki listrik.

Selama ini, katanya, anak-anak yang ingin belajar harus menempuh jarak 15 hingga 20 kilometer (Km) menuju kota.

"Kalau menggunakan petromaks, mata anak-anak jadi sakit dan terganggu. Akhirnya, kita ungsikan anak-anak untuk tinggal di luar, bersama keluarga di kota yang ada listriknya supaya bisa belajar dengan fokus. Itu jauhnya sekitar 15-20 km, di Yoka yang paling dekat," ujar Frederick di Jayapura, Papua, Jumat (16/12).

"Setiap hari Minggu anak-anak pergi ke kota untuk belajar. Kemudian hari Sabtu mereka pulang untuk bertemu orang tuanya," tambahnya.

Saat ini, PLN telah memberikan aliran listrik ke desa tersebut. Bahkan, aliran listrik akan dialirkan 24 jam. Frederick pun mengakui listrik ini jadi awal baru perkembangan Desa Puay. Ditambah, anak-anak Desa Puay tak perlu lagi ke kota untuk belajar.

"Mereka sekarang bisa belajar di desa tak perlu pergi jauh menumpang di kota lagi, lampu (listrik) sudah 24 jam nyala di sini, orang tua juga senang bisa terus bersama anak-anaknya. Listrik ini banyak manfaat bagi warga desa," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP