KPPU tindak pelaku usaha mainkan harga bahan pokok jelang Puasa
Merdeka.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan, pemerintah akan berupaya mengintervensi harga bahan pokok menjelang bulan puasa dan lebaran. Hal itu dilakukan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat.
Syarkawi menilai, momentum bulan puasa dan lebaran kerap dijadikan sejumlah pihak untuk memainkan harga bahan pokok sehingga terjadi persaingan usaha yang tidak sehat.
"Bulan puasa dan lebaran kerap dijadikan momen terjadinya shifting harga atau pergantian harga. Setelah Lebaran, itu harga tidak turun lagi," ucap Syarkawi, Bogor, Jumat (28/4).
Mengatasi kondisi tersebut, kata Syarkawi, pihaknya menggandeng Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk bersama-sama memantau dan mengawasi harga bahan pokok di pasaran.
"Khusus minyak goreng, pemerintah sedang berusaha mengintervensi dengan menggelontorkan produk yang namanya Minyak Kita yang akan dijual pada kisaran harga Rp 11 ribu per liter. Dan itu diwajibkan ada di setiap outlet ritel modern yang bisa dipantau pemerintah," tambahnya.
Pihaknya pun mengimbau kepada produsen, distributor, dan pengecer semua bahan makanan agar menjaga harga tetap stabil.
"Terkait permainan harga, kalau ada produsen, distributor, atau retailer yang coba-coba melakukan tindakan anti persaingan dan membuat harga jadi tidak stabil, maka kami akan mengambil tindakan tegas pada mereka," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya