Konglomerat berlomba bikin televisi berbayar
Merdeka.com - PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) mengatakan para konglomerat Indonesia latah, ingin memiliki perusahaan di bisnis televisi berbayar (pay TV). "Sekarang pemain baru banyak, jadi ini sudah kayak status saja. Seperti latah atau musiman," katanya Direktur Keuangan MNC Sky Vision, Effendi Budiman, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di MNC Tower, di Jakarta, Kamis (30/10)
Dia mengatakan, ada pergeseran bisnis para konglomerat, dari bisnis keuangan ke bisnis televisi berbayar. Paling tidak, sudah ada 17 televisi berbayar dari awalnya hanya 7 televisi berbayar. "Saat ini, lagi euphoria," ujarnya.
Walaupun kompetitor atau perusahaan yang terjun di bisnis televisi berbayar bertumbuh cepat, perseroan kami masih bisa kuasai pasar. Perusahaan akan mempertahankan pangsa pasar (market share) sebesar 75 persen pada tahun 2015. Pasalnya, industri televisi berbayar tergolong industri kecil.
"Penetrasi TV berbayar di Tanah Air masih kecil, dan pemerintahan baru diharapkan akan mendukung industri kami," katanya. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya