Kondisi geografis Indonesia jadi tantangan ketahanan pangan

Senin, 30 Oktober 2017 18:08 Reporter : Siti Nur Azzura
sawah. shutterstock

Merdeka.com - Global Food Security Index (GFSI) yang dirilis The Economist Intelligence Unit menunjukkan peringkat ketahanan pangan Indonesia berada di peringkat ke-71 dari 113 negara yang diobservasi pada 2016.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai isu tersebut menjadi sangat penting. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terdiri dari berbagai pulau, sehingga kesenjangan akan mungkin terjadi di Tanah Air.

"Secara geografis Indonesia bisa cipatakan masalah substansial. Ini akan berpengaruh ke kebijakan bukan hanya Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan. Indonesia sebagai negara besar, sistem politik di mana desentralisasi itu cara kita kelola negara ini," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (30/10).

Menurutnya, Indonesia memiliki peluan untuk menghadapi tantangan dari ketahanan pangan, namun hal tersebut tidak mudah. Untuk itu, pemerintah telah berdiskusi dengan lembaga-lembaga utama terkait isu ini, guna menciptakan saran dan langkah yang tepat dalam membuat kebijakan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang merata merupakan fokus dari nawacita pemerintah Jokowi-JK, khususnya di derah terluar. Dengan demikian, kesenjangan di Indonesia bisa berkurang.

"Yang penting adalah pembangunan yang merata. Karena Indonesia adalah kepulauan maka ada kesenjangan. Mohon jangan hanya berkunjung ke Jakarta. Indonesia beda tidak hanya Jakarta. Ini tantangan. Maka Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tegaskan kita harus bangun dari yang terluar. Untuk mencapai pemerataan antar penduduk dan pulau yang ada," pungkasnya.

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini