IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil membukukan peningkatan kinerja operasional yang signifikan pada periode Januari hingga Oktober 2025. Perusahaan mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 13,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pencapaian ini menjadi indikator positif bagi sektor logistik nasional.
Peningkatan ini didorong oleh strategi layanan yang berkelanjutan serta fokus pada penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi secara keseluruhan, tetapi juga merata di berbagai wilayah operasional IPC TPK. Hal ini menunjukkan efektivitas upaya perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa. Kinerja positif ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi dan konektivitas logistik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Advertisement
Advertisement
Strategi ESG dan Peningkatan Arus Petikemas
IPC Terminal Petikemas membuka triwulan IV dengan capaian impresif, mencatat total 2.947.775 TEUs pada periode Januari–Oktober 2025. Angka ini jauh melampaui 2.604.740 TEUs yang tercatat pada periode serupa di tahun 2024. Peningkatan kinerja IPC Terminal Petikemas ini membuktikan efektivitas strategi yang diterapkan.
Pramestie Wulandary menjelaskan, "Peningkatan layanan terus kami terapkan guna memberikan kepastian bagi para pengguna jasa dengan mengutamakan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG)." Komitmen terhadap ESG menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Fokus pada peningkatan layanan dan kepastian operasional telah menjadi kunci dalam menarik lebih banyak volume petikemas. Hal ini juga sejalan dengan upaya perusahaan untuk menciptakan operasional yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Kinerja positif ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Komoditas Unggulan di Sumatera Dorong Pertumbuhan Regional
Pertumbuhan arus petikemas IPC TPK pada periode Januari–Oktober 2025 sebagian besar didorong oleh peningkatan pengiriman komoditas unggulan dari wilayah Sumatera. Beberapa area menunjukkan lonjakan signifikan yang berkontribusi besar terhadap kinerja keseluruhan.
Di Area Panjang, kinerja operasi meningkat sebesar 24,25 persen, terutama karena ekspor komoditas Refined Glycerine yang naik 458,9 persen, kopi 199 persen, karet 173,7 persen, udang beku 133,1 persen, dan Fresh Banana 123,5 persen. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar ekspor dari wilayah tersebut.
Sementara itu, Area Palembang juga mencatat peningkatan kinerja operasi sebesar 8,43 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspor karet sebesar 115 persen, kelapa 119 persen, dan produk kayu 139 persen. Komoditas-komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Advertisement
Kinerja operasi di Area Teluk Bayur tidak kalah cemerlang, dengan pertumbuhan 15,76 persen. Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh lonjakan muatan ekspor komoditi Gambier lebih dari 100 persen dan Cassia Vera sebesar 6,25 persen. Kontribusi regional ini sangat vital bagi peningkatan kinerja IPC Terminal Petikemas.
Advertisement
Peningkatan Volume di Jawa dan Kalimantan Serta Pelayanan Kapal
Selain wilayah Sumatera, peningkatan kinerja IPC TPK juga terasa di beberapa area lain yang strategis. Area Tanjung Priok 1 menunjukkan kenaikan volume petikemas sebesar 11,7 persen, sementara Area Tanjung Priok 2 tumbuh 5,6 persen. Ini menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan di pusat logistik utama.
Di luar Pulau Jawa, Area Pontianak turut berkontribusi dengan peningkatan volume sebesar 7,6 persen. Kontribusi dari berbagai wilayah ini menegaskan jangkauan dan dampak positif operasional IPC TPK secara nasional.
Tidak hanya volume petikemas, jumlah pelayanan kapal yang sandar di terminal IPC TPK juga mengalami peningkatan. Sebanyak 4.349 unit kapal dilayani pada Januari–Oktober 2025, naik 5,7 persen dari 4.114 unit pada periode yang sama tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi dan kapasitas layanan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Terhadap Neraca Perdagangan Nasional
Kinerja positif IPC Terminal Petikemas sejalan dengan data makroekonomi nasional yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–September 2025 mencapai 209,81 miliar dolar AS, meningkat 8,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada Januari–September 2025 tercatat 176,32 miliar dolar AS, naik 2,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan dinamika positif dalam aktivitas perdagangan internasional Indonesia.
Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–September 2025 mencatat surplus sebesar 33,48 miliar dolar AS. Pramestie Wulandary menambahkan, "Tren positif ini kami terus pertahankan untuk penguatan perekonomian dan konektivitas logistik nasional maupun internasional." Hal ini menegaskan peran IPC TPK dalam mendukung stabilitas ekonomi negara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews