Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kendaraan listrik diperkirakan kurangi 22 persen penggunaan BBM di 2050

Kendaraan listrik diperkirakan kurangi 22 persen penggunaan BBM di 2050 Discussion on World and Indonesia Energy Outlook 2018. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik akan berdampak pada penurunan penggunaan BBM di Jabodetabek.

Deputi Bagian Teknologi, Informasi, Energi dan Mineral (TIEM) BPPT, Eniya Listiani mengatakan penggunaan kendaraan listrik akan sangat berguna untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Jadi di kelistrikan produksi kita tinggi sehingga kita melihat sektor transportasi bagaimana kita memanfaatan kelistrikan ini untuk menjawab liquid fossil fuel," kata dia, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (23/10).

Dalam 'Outlook Energi Indonesia 2018' yang dikeluarkan BPPT, tercatat bahwa total penghematan BBM pada tahun 2025 hingga tahun 2050 untuk bensin sebanyak 3,8 juta kl dan untuk solar sebesar 0,3 juta kl.

Dalam kajian BPPT, mobil dan motor listrik diasumsikan mulai digunakan tahun 2025, dengan pangsa sebesar 1 persen dari total penjualan kendaraan baru di Jabodetabek dan meningkat secara bertahap menjadi 100 persen pada tahun 2050.

"Kita perhitungkan angka dari Kementerian Perindustrian, prediksi kendaraan listrik berapa," jelasnya.

Dengan asumsi tersebut, jumlah mobil listrik pada tahun 2025 sebanyak 21 ribu unit, sedangkan motor listrik sebanyak 34 ribu unit dan meningkat menjadi sebesar 2,10 juta unit mobil listrik dan sebanyak 3,40 juta unit motor listrik pada tahun 2050.

Konsumsi energi spesifik dari mobil penumpang di Jabodetabek sebesar 8,3 liter/100 km dan mobil listrik sebanyak 15,58 kWh/100 km, sedangkan untuk motor sebesar 2 liter/60 km dan motor listrik sebesar 3 kWh/60 km.

Dengan demikian, pemanfaatan kendaraan listrik di Jabodetabek, selain berpotensi mengurangi konsumsi BBM, juga menurunkan tingkat kebutuhan energi mobil penumpang dan sepeda motor dari 86 juta SBM menjadi 67 juta SBM atau menurun sebesar 22 persen pada tahun 2050. Adapun kebutuhan listrik akan meningkat dari 11,5 GWh pada tahun 2025 menjadi 9,14 TWh pada tahun 2050.

Tentu saja jawaban dari masalah transportasi ini kalau kita mensubstitusi BBM itu dengan energi yang berkelanjutan. Dengan dimanfaatkannnya kendaraan listrik (mobil penumpang dan sepeda motor), maka diharapkan pihak PLN dapat mengembangkan 1.000 stasiun pengisian listrik umum (SPLU) tipe fast charging, sehingga memudahkan dalam proses pengisian baterai.

Pemerintah juga perlu segera memikirkan penanganan dari limbah baterai yang sudah tidak digunakan lagi, sehingga tidak menyebabkan masalah lingkungan. Tidak kalah pentingnya, pemerintah perlu mendorong pengkajian dan pengembangan baterai kendaraan listrik agar pelaksanaan kebijakan pemanfaatan kendaraan listrik tidak menjadikan Indonesia hanya sebagai penonton masuknya impor beragam produk baterai listrik.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP