Kementerian BUMN Apresiasi Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya

Selasa, 14 Januari 2020 18:51 Reporter : Dwi Aditya Putra
Kementerian BUMN Apresiasi Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Jiwasraya Arya Sinulingga. ©2014 Merdeka.com/youtube

Merdeka.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Ketiga tersangka yakni komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Heru Hidayat.

"Kita apresiasi saja, itu pekerjaan dari teman-teman BPK awalnya. Hasil dari BPK kemudian diambil alih oleh teman-teman di Kejaksaan. Kita hormati. Dengan demikian semua proses terkait kasus Jiwasraya berjalan," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat dihubungi wartawan, Selasa (14/1).

Arya mengatakan sambil menunggu proses hukum ketiganya berjalan Kementerian BUMN juga akan menyelesaikan di bagian internal. Terpenting saat ini pihaknya mendorong agar proses hukum berjalan dengan baik

"Kita mendorong supaya prosesnya berjalan terus dengan baik," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Benny Tjokro Diperiksa Kejaksaan Agung

Benny Tjokro diperiksa di Kejaksaan Agung, Selasa (14/1). Seperti dilansir Antara. Usai diperiksa, Benny Tjokoro keluar dari gedung Jampidsus Kejaksaan Agung dengan menggunakan baju tahanan. Dia dijemput kendaraan Satgasus Kejagung.

Tanpa sepatah kata, Benny Tjokoro meninggalkan gedung Kejaksaan Agung. Dia dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Dilansir Antara, penetapan status tersangka tersebut dibenarkan Muchtar Arifin, kuasa hukum Tjokrosaputro.

"Sekarang sudah tersangka. Tentu kami menginginkan agar hak-hak beliau bisa dipenuhi," kata Muchtar Arifin, di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1).

Muchtar Arifin menilai penetapan kliennya sebagai tersangka tidak masuk akal.

"Bagi saya itu aneh. Tidak mengerti apa alat buktinya. Tidak ada penjelasan dari penyidik. Tentu saja kecewa," kata dia.

Mereka menganggap seharusnya pihak Jiwasraya yang bertanggung jawab atas kasus ini. "Orang Jiwasraya yang harusnya bertanggung jawab. Direksinya dong," katanya.

[idr]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini