Kemendag belum putuskan izin impor gula mentah

Selasa, 17 Juli 2018 18:10 Reporter : Merdeka
Kemendag belum putuskan izin impor gula mentah Gula. agro.kemenperin.go.id

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mendiskusikan lebih lanjut terkait waktu izin importasi gula mentah (raw sugar) bagi pengusaha. Kemendag masih akan membahas hal tersebut dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Masih belum diputuskan. Intinya sih dari Kemenperin berharap itu kuartal sedangkan kemendag masih nego untuk semester," tutur Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).

Menurut Oke, perbedaan waktu izin antar kementerian terkait importasi gula mentah disebabkan oleh beberapa faktor. Oke mengatakan salah satu di antaranya ialah serapan gula yang dipandang kurang optimal.

"Kemenperin minta jadi kuartal karena serapan mereka tidak optimal, jadi nggak bisa diberikan sekaligus. Tingkat realisasinya dari 1,8 juta ton yang kita keluarkan itu, kalau nggak salah sekarang itu hampir 1,5 juta per Juni," ujarnya.

Oleh karena itu, Oke menekankan Kemendag akan membahas izin importasi raw sugar minggu depan dengan Kemenperin. "Sudah ada perusahaan yang ngajuin izin ini, cuma kan tadi, rekomendasinya 3 bulan. Kita berharap masih bicara lagi, minggu depan akan bicara dengan Kemenperin," kata dia.

Sementara itu, Kata Oke, pemerintah sudah memberlakukan izin importasi gula mentah per kuartal sejak Juli 2018 ini. "Sudah efektif sejak Juli. Jadi kalau keluar sekarang, ya tinggal 2 bulan lagi. Industri maunya keseluruhan tapi rekomendasinya dapat sekian ya sekian yang diajukan. Sementara itu kita akan berunding dengan Kemenperin," tutur dia.

Melihat hal ini, Oke menuturkan alokasi gula pada semester II ada kemungkinan turun. Namun Oke menjelaskan kuota impor gula mentah sudah jelas yakni 3,6 juta ton tahun ini.

"Mungkin saja alokasi turun di semester 2. Kalau alokasi kan sudah diputuskan, tinggal mau dipakai berapa. Kalau kemarin cuma kepakai 1,5 juta ton, ya nggak bisa minta sisanya. Semester 2 masih sisa 1,8 juta ton, tapi apakah mau diberikan triwulan atau bagaimana, itu yang dipikirkan," tandas dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Suap Impor Gula
  2. Kemendag
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini