Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kedelai impor untuk pakan ternak

Kedelai impor untuk pakan ternak kedelai. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketergantungan Indonesia akan kedelai impor harus disikapi serius. Sebab, hal ini berkaitan dengan rendahnya kualitas kedelai yang didatangkan dari negara lain.

Ahli tempe asal Inggris Jonathan Agranoff mengatakan, seharusnya Indonesia mengandalkan kedelai dari dalam negeri. Selain kualitasnya yang lebih baik di banding kedelai impor, kedelai lokal lebih terjamin.

Agranoff menyebutkan, kedelai impor seperti dari Amerika Serikat merupakan hasil rekayasa genetik dari pabrik yang produksinya cepat dan menggunakan tenaga manusia yang sedikit. Indonesia hanya dimanfaatkan oleh negara lain.

"Kalau dari impor itu kedelainya sudah disimpan di gudang kadang sampai 5 tahun di Amerika Serikat. Kalau tidak untuk pakan ternak maka dijual ke pasar negara yang penduduknya banyak seperti Indonesia," papar Jonathan.

Dengan kualitas yang lebih bagus, tempe bisa naik kelas. Jonathan menyebutkan, di Australia tempe adalah termasuk makanan mewah yang harganya mahal. "Melebihi harga daging dan gizinya juga digemari konsumen vegetarian yang menyukai makanan sehat," katanya. (mdk/oer)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP