Kedelai impor tengah murah, harga tahu tempe aman dari kenaikan meski Rupiah melemah

Jumat, 19 Oktober 2018 19:10 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Kedelai impor tengah murah, harga tahu tempe aman dari kenaikan meski Rupiah melemah Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Tuti Prahastuti. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meyakini anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) hingga di atas Rp 15.000/USD tidak berpengaruh ke harga tahu tempe. Sebab, kedelai sebagai bahan baku, harganya sedang mengalami kelesuan.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti, mengatakan harga kedelai dunia saat ini turun di level USD 800/ton. Sehingga, pelemahan Rupiah tidak mempengaruhi harga tahu tempe.

"Kalau dilihat harga Mei USD 1.050 per ton, tapi September turun USD 800 per ton meski USD naik ke Rp 15.100. Nah ini tidak berpengaruh ke harga kedelai dan hasil akhirnya tahu dan tempe," kata dia, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Jalan Media Communication (JMC), Jakarta, Jumat (19/10).

Dia mengakui bahwa komoditas kedelai ini 90 persen berasal dari impor karena dalam negeri tidak bisa terpenuhi. Meskipun demikian, hal tersebut dapat diimbangi oleh turunnya harga internasional. "Selain itu, juga rantainya pendek dari importir ke asosiasi, lalu ke pengrajin tahu tempe," ujar Tuti.

Tuti menjelaskan peran pemerintah dalam menghadapi pelemahan Rupiah ini, adalah dengan melakukan intervensi dengan menentukan batasan harga, tapi tidak semua komoditas. Kedelai misalnya, tidak dibatasi karena harganya lagi murah.

"Komoditas seperti kedelai beberapa bulan tidak terpengaruh karena harga belinya turun. Harga internasional turun," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini