Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kecelakaan Kereta Api Maut di India Akibat Kesalahan Sistem Sinyal

Kecelakaan Kereta Api Maut di India Akibat Kesalahan Sistem Sinyal kecelakaan kereta di india. ©2017 REUTERS/Adnan Abidi

Merdeka.com - Peristiwa kecelakaan kereta maut di India menghebohkan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Mengingat, banyaknya jumlah korban yang meninggal dunia maupun luka-luka akibat kecelakaan kereta penuh penumpang tersebut.

Mengutip media setempat, NPR, kecelakaan diduga akibat kesalahan dalam sistem pensinyalan elektronik yang menyebabkan kereta api salah berpindah jalur dan menabrak kereta barang. Tercatat, sebanyak 275 penumpang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka dalam insiden kecelakaan kereta api maut tersebut.

"Penggelinciran di India timur yang menewaskan 275 orang dan melukai ratusan lainnya disebabkan oleh kesalahan dalam sistem pensinyalan elektronik yang menyebabkan kereta api salah berpindah jalur dan menabrak kereta barang, kata para pejabat," tulis NPR dikutip di Jakarta, Senin (5/6).

Pejabat Senior Perkeretaapian India, Jaya Verma Sinha mengatakan, penyelidikan awal mengungkapkan bahwa sinyal diberikan kepada Coromandel Express berkecepatan tinggi untuk berjalan di jalur jalur utama. Akan tetapi sinyal tersebut kemudian berubah, dan kereta malah memasuki jalur melingkar yang berdekatan di mana itu menabrak sebuah barang yang sarat dengan bijih besi.

"Tabrakan itu membalikkan gerbong Coromandel Express ke trek lain, menyebabkan Yesvantpur-Howrah Express yang masuk dari sisi berlawanan juga tergelincir," katanya.

Adapun kereta penumpang yang mengangkut 2.296 orang tidak melaju terlalu kencang. Kereta yang membawa barang sering diparkir di jalur lingkar yang berdekatan sehingga jalur utama aman untuk kereta yang lewat.

Verma mengatakan akar penyebab kecelakaan itu terkait dengan kesalahan dalam sistem pensinyalan elektronik. Dia mengatakan penyelidikan terperinci akan mengungkapkan apakah kesalahan itu manusia atau teknis.

Sistem interlocking elektronik adalah mekanisme keselamatan yang dirancang untuk mencegah pergerakan yang saling bertentangan antar kereta. Ini juga memantau status sinyal yang memberi tahu pengemudi seberapa dekat mereka dengan kereta berikutnya, seberapa cepat mereka bisa pergi dan keberadaan kereta stasioner di lintasan.

"Sistem ini 99,9 persen bebas dari kesalahan. Tapi 0,1 persen kemungkinan selalu ada kesalahan," kata Verma.

Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi mengunjungi lokasi kecelakaan pada hari Sabtu dan berbicara dengan petugas penyelamat. Dia juga mengunjungi rumah sakit untuk menanyakan tentang yang terluka, dan berbicara dengan beberapa dari mereka.

Modi mengatakan kepada wartawan bahwa dia merasakan sakitnya para korban kecelakaan. Dia mengatakan pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk membantu mereka dan menghukum dengan tegas siapa pun yang dianggap bertanggung jawab.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP