Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kebutuhan dunia pada pembangkit nuklir terus meningkat di masa depan

Kebutuhan dunia pada pembangkit nuklir terus meningkat di masa depan Reaktor nuklir yang akan dibongkar di Jerman. ©2017 REUTERS/Thilo Schmuelgen

Merdeka.com - International Atomic Energy Agency's (IAEA) menyatakan bahwa potensi pembangkit listrik tenaga nuklir tetap tinggi di masa mendatang. IAEA memperkirakan pertumbuhan pembangkit tenaga nuklir mencapai 42 persen pada 2030, 42 persen di 2030, dan 123 persen pada 2050.

"Di beberapa negara dunia, kepedulian pada perubahan iklim meningkatkan minat pada pembangkit tenaga nuklir," ujar Deputi Direktur dan Kepala Departemen Nuklir, Mikhail Chudakov, dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/8).

Pertumbuhan tertinggi diperkirakan pada Asia Tengah dan Timur. Di mana, pembangkit nuklir diperkirakan bertumbuh 43 persen hingga 2050. "Kebutuhan listrik terus bertumbuh, utamanya terjadi pada negara berkembang."

Di Indonesia sendiri, BATAN telah menargetkan untuk memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir pada 2019. Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan energi nuklir tidak hanya bermanfaat untuk pembangkit. Namun, juga bisa digunakan untuk pengobatan, pertanian, dan lain sebagainya.

"Saya percaya dengan pengembangan teknologi sejauh ini pemanfaatan tenaga nuklir bisa dilakukan," tuturnya.

Djarot menambahkan dengan semakin menipisnya cadangan energi fosil maka harus segera dicarikan jalan keluar. "Salah satunya ialah energi alternatif yaitu nuklir. Namun, menurut kebijakan energi nasional, nuklir ialah pilihan terakhir."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP