Ketum Hipmi Optimis Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Bisa Genjot Investasi Tanah Air

Rabu, 23 Oktober 2019 14:57 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ketum Hipmi Optimis Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Bisa Genjot Investasi Tanah Air Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo resmi memilih Bahlil Lahadalia yang sebelumnya merupakan Ketua Umum Hipmi sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) 2019-2024. Penunjukan tersebut memberikan kebahagiaan luar biasa bagi seluruh keluarga besar Hipmi seluruh Indonesia dan menjadi amanah yang harus disukseskan secara bersama-sama.

Ketua Umum terpilih Hipmi Periode 2019-2022, Mardani H Maming mengaku senang dan siap bekerjasama dengan pemerintah meningkatkan angka investasi. Indonesia saat ini katanya membutuhkan terobosan dan langkah eksekusi agar rencana investasi dapat berjalan baik di lapangan. Hambatan investasi yang ada terentang luas, mulai dari persoalan aturan, lahan, birokrasi, tenaga kerja dll menjadikan rencana investasi kadangkala tidak berjalan dilapangan.

"Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang tumbuh dari bawah dan memimpin organisasi pengusaha muda di Indonesia pasti memahami masalah ini dengan baik sehingga mampu menguraikan dan menyusun langkah terobosan untuk meningkatkan investasi di Indonesia," kata Mardani di Jakarta, Rabu (23/10).

Dalam pandangan dia, Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang selain memahami kalkulasi bisnis, juga turun ke lapangan langsung mendampingi unit usaha yang dikerjakannya. "Hipmi akan menjadi mitra Pemerintah untuk menggalakkan dan mendorong investasi di Indonesia, dan akan berkolaborasi dengan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia terkait agenda tersebut," tegas Mardani.

Mardani optimis dan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun investasi di Indonesia dengan mendorong seluruh anggotanya untuk dapat berinvestasi di seluruh sektor ekonomi yang digelutinya. Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut diharapkan agar investasi di Indonesia dapat meningkat yang akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi terima kasih atas amanah yang diberikan kepada keluarga besar Hipmi atas penunjukan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadia sebagai menteri investasi, dan amanah tersebut akan kami dukung secara aktif agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud," katanya.

Mardani kemudian membeberkan salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah investasi yang rendah yang kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah dan kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang juga rendah. Rendahnya investasi disebabkan oleh masih banyaknya hambatan investasi di Indonesia yang perlu diurai satu persatu agar iklim investasi Indonesia dapat ditingkatkan.

Investasi di Indonesia memang menunjukkan trend peningkatan tapi angka peningkatannya rendah sehingga tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang maksimal sesuai target yaitu 6 persen. Berdasarkan data Hipmi, investasi tahun 2014 hanya Rp463,1 triliun, kemudian di 2015 sebesar Rp519,5 triliun. Kemudian pada 2016 investasi tercatat sebesar Rp612,8 triliun dan 2017 investasi naik tipis jadi Rp692,8 triliun. Terakhir di 2018 investasi yang masuk Rp721,3 triliun dan di semester pertama 2019 sebesar Rp395 triliun atau hampir 50 persen dari target investasi tahun 2019 ini sebesar Rp792,3 triliun.

"Selain masalah investasi yang rendah, yang juga perlu untuk diselesaikan adalah senjangnya antara rencana investasi yang telah disetujui dengan investasi yang benar benar direalisasikan yang kalau dibandingkan hanya sepertiga dari rencana investasi yang benar benar berjalan." [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini