Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, diproyeksikan akan mengalami surplus beras signifikan sebanyak 14.545 ton pada tahun 2025. Proyeksi ini muncul seiring dengan peningkatan produktivitas pertanian padi yang konsisten di wilayah tersebut, khususnya di kawasan sentra pertanian Dataran Waeapo. Capaian ini menjadi indikator positif bagi kemajuan sektor pertanian dan upaya penguatan ketahanan pangan di Maluku.
Bupati Buru, Ikram Umasugi, menyatakan bahwa surplus beras tersebut merupakan hasil nyata dari kerja keras para petani. Dukungan kolaborasi lintas sektor dari pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut berperan besar dalam mencapai target ini. Pencapaian ini menegaskan komitmen Kabupaten Buru dalam mendukung kedaulatan pangan daerah dan nasional.
Pengumuman mengenai proyeksi surplus beras ini disampaikan oleh Bupati Ikram Umasugi saat Panen Raya Padi di Desa Wanareja, Kecamatan Waeapo. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan potensi besar sektor pertanian di “Bumi Bupolo” tetapi juga memperkokoh posisi Kabupaten Buru sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Maluku. Hal ini menjadi dasar penting bagi penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah yang mencapai 8.435,14 hektare, dengan 4.127,75 hektare di antaranya merupakan lahan sawah produktif. Pemerintah daerah menargetkan luas tanam padi sawah sebesar 11.766 hektare pada tahun 2025. Angka-angka ini menunjukkan skala upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Bupati Ikram Umasugi menegaskan bahwa pencapaian surplus beras ini adalah bukti nyata kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Buru. Ini sekaligus menjadi fondasi kuat untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan daerah. Fokus pada peningkatan produktivitas menjadi kunci utama dalam strategi pertanian Pemkab Buru.
Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi semata, tetapi juga memperkuat peran Kabupaten Buru sebagai penopang pangan utama di Provinsi Maluku. Dengan demikian, ketersediaan beras untuk masyarakat dapat terjamin, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Ini juga sejalan dengan upaya nasional untuk mencapai swasembada pangan.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru secara berkelanjutan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas beras, terutama di kawasan sentra pertanian Dataran Waeapo. Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan hasil panen yang stabil dan berkelanjutan. Optimalisasi dan perluasan areal tanam padi menjadi prioritas utama dalam strategi ini.
Selain itu, Pemkab Buru juga fokus pada peningkatan indeks pertanaman serta perbaikan sistem irigasi. Perbaikan irigasi sangat krusial untuk menjamin ketersediaan air yang cukup bagi lahan sawah, terutama saat musim tanam. Ketersediaan air yang memadai adalah faktor penentu keberhasilan panen padi.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian, termasuk benih unggul dan alat mesin pertanian modern seperti pompa air. Bantuan ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan petani dan meningkatkan efisiensi proses pertanian. Penggunaan teknologi yang tepat diharapkan dapat mengerek hasil panen secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Untuk mendukung program ketahanan pangan, pemerintah daerah memberikan pendampingan teknis kepada petani melalui penyuluh pertanian dan Babinsa. Pendampingan ini memastikan petani mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam budidaya padi. Hal ini penting untuk mengadopsi praktik pertanian terbaik dan mengatasi tantangan di lapangan.
Sinergi lintas sektor bersama unsur Forkopimda terus diperkuat untuk mengawal program ketahanan pangan. Kolaborasi ini mencakup koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program. Penguatan kelembagaan kelompok tani juga menjadi fokus agar mereka lebih mandiri dalam pengelolaan produksi hingga pascapanen.
Semua upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen beras, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Buru. Dengan menjadi lumbung pangan yang mandiri, Kabupaten Buru berharap dapat menciptakan ekonomi pertanian yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakatnya. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan daerah dan peningkatan kualitas hidup petani.
Advertisement
Sumber: AntaraNews