Jonan minta anak buah contoh bos Facebook, tak sekolah bisa sukses
Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meminta 25 pejabat yang baru dilantik meniru orang sukses yang tidak sekolah. Misalnya Mark Zuckerberg, pendiri Facebook yang mempunyai nilai pasar sekitar USD 400 miliar.
Menurut Jonan, Facebook bisa mengalahkan perusahaan minyak dan gas Exxonmobil yang hanya mempunyai nilai pasar USD 350 miliar. Padahal Exxonmobil yang terpusat di Texas Amerika Serikat sudah berdiri sejak tahun 1999 lalu.
"Ada seorang doktor di Exxon, perusahan terbesar di dunia nilai perusahaan USD 350 miliar. Beliau sampai rambut putih. Lalu sepuluh tahun lalu ada orang putus sekolah engga sampai selesai namanya Zuckerberg iseng-iseng nemuin yang namanya Facebook sekarang nilai FB berapa hampir USD 400 miliar, jadi ini Exxon sok-sok gini diketawain nilai pasarnya kalah dari FB," kata Jonan saat sambutan pelantikan di Kantornya, Jakarta, Selasa (28/2).
Selain itu, lanjut dia, seluruh pejabat ESDM juga harus meniru kesuksesan pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang tak pernah lulus sekolah. Namun saat ini mereka bisa membuat nilai pasar Google USD 500 miliar.
"Jadi pesan saya mumpung belum pensiun tolong gunakan waktu dan kesempatan amanah menghasilkan manfaat untuk orang lain. Kalau baca tulisan Bill Gates pasti pikiran tidak menemukan sesuatu dan bekerja semata untuk diri sendiri, tapi untuk kemaslahatan orang lain," kata dia.
Dia berharap, seluruh pejabat yang dilantik bisa memberikan contoh kepada anak buahnya. Selain itu, mereka harus mempunyai jiwa kepemimpinan untuk menjalankan tugas dam fungsinya.
"Memimpin yang baik itu memberi contoh, paling gampang beri contoh. Kepemimpinan modal besar ada dua, 50 persen bakat dan 50 persen perjalanan hidup dan 50 persen terakhir bisa ditempuh apalagi struktural naik eselon IV dan III puasa cari dukun promosi begitu ya," ujar dia sembari pengunjung tertawa.
Menurutnya, pemimpin ibarat seniman yang bisa melukis dengan indah. Apabila tak mempunyai bakat menjadi pemimpin tak bisa menaungi anak buahnya.
"Buat saya memimpin seperti seniman seperti pelukis, kalau engga bakat lukis walaupun gurunya Da vinci pasti engga bisa lukis, lukisnya pasti jelek akhirnya cuci kanvas. Sekurangnya Anda perlu 50 persen dan bisa kasih contoh anak buah," tukasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya