JK Bantah Pernyataan Prabowo Soal Tax Amnesty Bukti Kebocoran Anggaran

Selasa, 5 Maret 2019 19:00 Reporter : Intan Umbari Prihatin
JK Bantah Pernyataan Prabowo Soal Tax Amnesty Bukti Kebocoran Anggaran Wapres JK. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi pernyataan calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto yang menganggap Undang-undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) merupakan bukti bocornya kekayaan Indonesia. JK menilai hal tersebut bukanlah sebuah kebocoran anggaran melainkan hasil ekspor yang tidak masuk ke Indonesia.

"Karena Undang-undang devisa kita terlalu bebas. Kita sudah berusaha meriview Undang-undang devisa itu tapi butuh waktu. Sudah dibicarakan beberapa kali. Bahwa ini akibat bebas ini, karena devisa kita sangat bebas sehingga kita orang bebas untuk memindahkan ke dalam negeri ke luar negeri," kata JK di Kantornya Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Menurutnya, belum adanya aturan mengenai devisa hasil ekspor membuat banyak pengusaha memindahkan uangnya ke negara lain, seperti Singapura. "Justru itu kita tahu ada tax amnesty sehingga masuk ke dalam, salah satu upaya karena kita tidak bisa memaksakan orang akibat tadi UU Tadi," ungkap JK.

Dia juga menjelaskan tidak ada masalah terkait hal tersebut. Sebab pengusaha tersebut mengakui ada dana tersebut dan membayar pajak.

"Dia bayar pajak itu hari 2-3 persen maka dana itu dianggap diketahui oleh negara pemerintah dan itu bebas memakainya setelah membayar pajak. Di mana-mana tax amnesty itu lebih rendah daripada pajak resmi. Nama saja Amnesty," kata JK.

Diketahui Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menganggap adanya Undang-undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak ( Tax Amnesty) merupakan bukti bocornya kekayaan Indonesia. Prabowo mengaku mendapatkan data tersebut dari Menteri Keuangan yang menyatakan ada ribuan triliun kekayaan WNI di luar negeri.

"Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam pemerintahan Joko Widodo mengatakan bahwa kekayaan warga negara Indonesia di luar negeri ada sekian ribuan triliun," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Silaturahim dan Konsolidasi Nasional Aliansi Pencerah Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3).

"Karena itulah pemerintahan Joko Widodo minta Undang-undang Tax Amnesty. Karena dengan Tax Amnesty diharapkan uang itu bisa kembali," lanjut Prabowo. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini