Jadi Orang Terkaya di Korsel, Ini Kisah Kim Beom Su Pendiri KakaoTalk
Merdeka.com - Kim Beom-su yang kini berusia 56 tahun adalah seorang pendiri Kakao, perusahaan aplikasi perpesanan paling populer di Korea Selatan, KakaoTalk. Saat ini untuk pertama kalinya, Kim menduduki puncak dari daftar orang terkaya di Korea Selatan versi Forbes pada tahun 2022 dengan kekayaan bersih USD 9,6 miliar atau setara dengan Rp 147,1 triliun.
Kim yang juga dikenal sebagai Brian Kim, lahir sebagai anak ketiga dari lima bersaudara yang berasal dari keluarga miskin. Dia bersama 7 anggota keluarganya yang lain, dibesarkan di sebuah apartemen kecil dengan satu kamar tidur di lingkungan miskin di Seoul. Dalam apartemen itu, mereka semua saling berbagi kamar tidur.
Orang tuan Kim bekerja sebagai pekerja kasar untuk mencari nafkah. Untungnya keberuntungan berpihak padanya, sehingga dia bisa berkuliah dan menjadi satu-satunya anak yang berhasil masuk ke universitas di keluarganya. Meski begitu, untuk membayar biaya kuliahnya, dia harus bekerja sebagai guru les privat.
"Kami harus membuat jalan kami sendiri karena orang tua saya tidak punya waktu untuk merawat kami. Sejumlah besar otonomi diberikan kepada kami, yang juga mengajari saya rasa tanggung jawab," katanya dalam suatu wawancara.
Pernah Bekerja di Samsung
Financial Times menyebutkan bahwa dia di pernah bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Samsung SDS, perusahaan afiliasi layanan teknologi informasi Samsung Electronics. Tapi setelah bekerja lima tahun di sana, Kim memutuskan keluar dan membuka kafe internet.
Selain itu, dia juga mendirikan operator platform game online bernama Hangame Communication yang nantinya bergabung dengan mesin pencari Naver untuk menjadi portal web dominan di negara itu yang bernama NHN.
Setelah memimpin NHN selama lima tahun, dia meninggalkan NHN untuk usaha lain. Dia pindah ke Silicon Valley pada tahun 2005 dan berusaha untuk memperluas bisnis di Amerika Serikat. Kemudian di tahun 2006, dia bersama anggota Iwilab atau yang sekarang bernama Kakao mengembangkan aplikasi messenger untuk telepon seluler.
Pada 2010, Kim dan perusahaan rintisannya meluncurkan KakaoTalk yang kemudian nantinya bergabung dengan portal web Daum sehingga berganti nama menjadi Kakao. Selama beberapa dekade terakhir, Kakao telah berkembang pesat dan mempunyai kapitalisasi pasar dengan agregat senilai 73 triliun won.
Kim, yang menjabat sebagai ketua dewan di Kakao memegang sekitar 24 persen saham di sana. Dia juga mempunyai perusahaan bernama K Cube Holdings, perusahaan investasi yang seluruh total sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Kim.
Bergabung dengan The Giving Pledge
Pada Februari 2021, dia berjanji untuk menyumbangkan lebih dari setengah asetnya. Sehingga pada bulan berikutnya, Maret 2021, Kim bergabung dengan The Giving Pledge, suatu kelompok kampanye global yang dibuat oleh Bill dan Melinda Gates serta Warren Buffett. The Giving Pledge menjadi sebuah janji yang dibuat oleh orang-orang terkaya di dunia untuk mendedikasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk tujuan amal.
Kim menyebut donasi yang dilakukannya akan bertujuan untuk memecahkan masalah sosial, khususnya masalah pendidikan. Di tahun ini, Kim memilih mengundurkan diri sebagai ketua dewan di Kakao untuk mengeksplorasi peluang yang lebih besar di luar negeri dalam bisnis platform yang berfokus pada seluler.
Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya