Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo janji genjot pasar keuangan

Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo janji genjot pasar keuangan Perry Warjiyo jalani FT menjadi Gubernur BI. ©Liputan6.com/Johan Oktavianus

Merdeka.com - Perry Warjiyo telah resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Selain itu, Dody Budi Waluyo juga ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2018-2023.

Sebagai Gubernur BI, Perry akan mendorong pendalaman pasar keuangan untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. Saat ini, ada 37 proyek strategis pemerintah, 20 di antaranya adalah proses konstruksi senilai Rp 1.700 triliun.

Menurutnya, pengerjaan proyek-proyek ini tentu membutuhkan pendanaan yang besar, namun tak hanya dapat didorong dengan kemampuan fiskal ataupun kemampuan BUMN. "Kapasitas fiskal ada batasnya. Pembiayaan infrastruktur dibantu swasta. Penerbitan obligasi dan sekuritas. Penguatan koordinasi antarlembaga," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/3).

Selain itu, BI juga akan mendorong pembiayaan korporasi selain dengan menggunakan kredit perbankan. "By nature kredit perbankan akan sulit didorong kalau tidak alternatif lain pembiayaan. Kita ingin dorong perbankan untuk membiayai korporasi, tidak hanya dari kredit perbankan tapi dengan membeli obligasi korporasi," jelas dia.

Karena itu, jika diperlukan pihaknya akan merelaksasi peraturan sehingga, mendorong siklus keuangan dan pertumbuhan ekonomi.

"Ada beberapa peraturan mengenai kredit properti atau mengenai LTV atau down payment yang mungkin bisa direlaksasi. Perlu relaksasi beberapa kebijakan di Makroprudensial supaya siklus keuangan bisa lebih cepat. Sulit kalau kita mau mendorong pertumbuhan ekonomi hanya berasal dari kredit perbankan. Sulit," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP