Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istana: Van Der Kamp keliru kritik Presiden Jokowi

Istana: Van Der Kamp keliru kritik Presiden Jokowi Presiden Jokowi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Jurnalis sekaligus analis ekonomi asing, Jake Van Der Kamp mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia. Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang digembar gemborkan oleh Presiden Jokowi.

"Ketiga (terbaik) di dunia? Dunia yang mana?," ujar Jake Van Der Kamp seperti dikutip dari SCMP.

Istana-pun tak tinggal diam melihat kritik ini. Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, tak ada yang salah dari pernyataan Presiden Jokowi. Menurutnya, presiden mengutarakan angka perbandingan pertumbuhan ekonomi dalam konteks posisi Indonesia di antara negara-negara anggota G-20.

"Pada saat Presiden Joko Widodo berbicara tentang peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, di layar sedang terpampang tayangan mengenai pertumbuhan ekonomi negara-negara G-20 yang menunjukkan Indonesia berada pada posisi ke-3 setelah India dan China," ucap Bey dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (5/5).

Dia menegaskan, konteks inilah yang menjadi penjelasan Presiden Jokowi kepada sekitar 5.000 warga Indonesia yang hadir di Asia World Expo, Hong Kong, 30 April 2017.

Dalam artikelnya, Van Der Kamp menyatakan Presiden keliru karena peringkat Indonesia bukan ketiga, melainkan ke-13 di dunia. Bey menegaskan, kritik ini justru yang keliru.

Van Der Kamp tidak mengetahui latar belakang penjelasan Presiden dan kemungkinan besar tidak hadir di ruangan saat Presiden Joko Widodo menjelaskan tayangan itu. Van Der Kamp sudah mengambil kesimpulan yang sangat keliru tanpa memahami konteks pembicaraannya.

"Kami telah mengirimkan penjelasan ini melalui surat elektronik kepada pihak South China Morning Post untuk segera dimuat."

Sebelumnya, Jake Van Der Kamp menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang ketiga di dunia, setelah India dan China," kata Presiden RI Joko Widodo. Ketiga di dunia, benarkah itu? Dunia yang mana?" kata Van der Kamp.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP