Investasi Rp 14 Triliun, Perusahaan China Bangun Pabrik Semen di Kutai Timur

Jumat, 15 Maret 2019 18:55 Reporter : Saud Rosadi
Investasi Rp 14 Triliun, Perusahaan China Bangun Pabrik Semen di Kutai Timur Semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - HongShi Holding Group asal provinsi Zhejiang di China berencana menggelontorkan dana USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun, untuk membangun pabrik semen di Kutai Timur, Kalimantan Timur. Beroperasinya pabrik itu bakal menyerap 1.000 orang tenaga kerja.

Deputy Director General HongShi Holding Group, Xu Xing, dan rombongan lainnya dari provinsi Zhejiang hari ini menemui Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, di Samarinda. Xu Xing menyampaikan rencana investasi itu, di kantor Gubernur Kalimantan Timur.

"Mudah-mudahan, hubungan bisnis di bidang industri seperti pabrik semen ini, bisa cepat dibangun. Supaya, hubungan kedua provinsi semakin erat," kata Xu Xing, usai pertemuan, Jumat (15/3).

HongShi Holding Group sendiri merupakan perusahaan besar di China, dan memiliki 13 ribu anak usaha tidak hanya di China, melainkan juga di 5 negara lain di Asia, di antaranya Laos.

"Di Indonesia, selain di Kaltim, ada yang sudah operasi. Nilai investasi dan pabrik yang dibangun di Indonesia, paling besar dibanding di negara lainnya," ujar Xu Xing.

Xu Xing memastikan, operasional pabrik semen nanti, akan banyak menyerap tenaga kerja. "Seperti yang sudah kami bicarakan tentang penggunaan tenaga kerja bersama Presiden Joko Widodo, kami putuskan semaksimal mungkin menggunakan tenaga kerja lokal," terang Xu Xing.

"Tahap awal, untuk teknis dan manajemen dari China. Buruh dan di bawahnya, tenaga lokal. Bertahap ke depan, sebagian besar tenaga kerja lokal. Pada prinsipnya, teknologi yang kami punya, kami transfer ke tenaga kerja lokal. Sehingga, pegawai dari kami bisa semakin dikurangi setelah transfer kemampuan dan teknologi itu," ungkap Xu Xing.

Gubernur Isran Noor juga mengingatkan, agar nantinya, pabrik semen itu, benar-benar menyerap banyak tenaga kerja lokal. "Saya tegaskan, tenaga asing boleh masuk, tapi untuk tenaga teknis dan manajemen. Harus ada transfer teknologi ke daerah," kata Isran. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini