Investasi Petrokimia Arab Saudi Genjot Penggunaan Gas Bumi RI

Kamis, 18 April 2019 21:14 Reporter : Dwi Aditya Putra
Investasi Petrokimia Arab Saudi Genjot Penggunaan Gas Bumi RI Aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pengamat Publish What You Pay (PWYP), Meliana Lumbantoruan, menilai rencana investasi Arab Saudi terkait industri petrokimia dapat menyerap cadangan gas bumi secara maksimal. Sebab, selama ini pemerintah sendiri belum bisa memanfaatkan atau memaksimalkan produksi cadangan gas bumi yang ada di tingkat domestik.

"Kami menyambut positif langkah kebijakan kedua negara, dengan tujuan memaksimalkan produksi gas bumi khususnya di Tanah Air," kata Meliana dikutip Antara, Kamis (18/4).

Menurutnya, banyak perusahaan atau industri di Tanah Air yang membutuhkan gas bumi sebagai bahan baku operasional. Oleh karenanya, jika rencana kerjasama kedua negara dapat terwujud, diharapkan bisa mengelola cadangan gas bumi dengan baik untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, Meliana juga memberikan catatan terkait rencana kerjasama investasi kedua negara tersebut. Terutama terkait skala gas bumi yang bisa diserap oleh Arab Saudi dan dampak penerimaan kepada negara.

Penghitungan skala itu ditujukan agar pemerintah memperoleh gambaran kebutuhan gas bumi secara nasional. "Kedua hal itu perlu ada hitungan kalkulasinya," kata Meliana.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Arab Saudi menerima kunjungan Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi Khalid Al-Falih untuk menindaklanjuti kerja sama Aramco-Pertamina menggarap kilang Cilacap.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut mengatakan, selain melakukan kerja sama di bidang kilang minyak, pihak Saudi juga tertarik untuk bekerja sama dalam bidang industri petrokimia.

"Menurut rencana akan ada kunjungan dari Saudi ke Indonesia guna membahas rencana peningkatan kerjasama investasi baik di bidang energi yang terkait minyak maupun industri Petrokimia," jelasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini