Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia Tangkal Tekanan Ekonomi Global

Kamis, 22 November 2018 11:44 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia Tangkal Tekanan Ekonomi Global Mardiasmo. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu Achmud

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo, mengingatkan semua pihak untuk menangkap peluang di tengah ketidakpastian global. Di mana, saat ini tekanan global membuat ekonomi dunia memasuki era suku bunga tinggi.

Hal tersebut disampaikan Mardiasmo dalam acara The Consumer Banking Forum "The Bank's Journey as a Platform and New Business Model: Menangkap Peluang di Tengah Ketidakpastian Global dan Tekanan Nilai Tukar Rupiah Serta Suku Bunga Tinggi, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (22/11).

Mardiasmo menjelaskan, saat ini perkembangan perekonomian global memang sangat menarik. Setiap negara mempunyai fokus masalah masing-masing yang mesti dibenahi. Mulai dari inflasi yang tinggi, gejolak politik dan lain sebagainya. Beberapa negara tersebut misalnya Kanada, Meksiko, China, Italia, Pakistan, Turki, Bangladesh dan Afrika Selatan.

Mardiasmo mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghadapi tantangan ekonomi global tersebut. "Sehingga untuk memberikan solusi harus sinergi antar seluruh komponen bangsa untuk menghadapi tantangan yang relatif tidak ringan," kata Mardiasmo.

Mardiasmo menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global cenderung moderat. Tren suku bunga tinggi diprediksi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Membuat setiap negara harus menjaga stabilitas kesehatan fiskalnya.

"Ini sesuatu yang perlu kita bicarakan. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana peran perbankan. Karena kita ingin supaya (peran perbankan) lebih bagus," kata Mardiasmo.

Mardiasmo mengungkapkan saat ini Indonesia juga tengah berjuang mengantisipasi atau mitigasi risiko dampak dari tekanan eksternal. Adapun mitigasi risiko yang dilakukan harus sesuai atau pas dengan kondisi yang saat ini terjadi.

Dia menganalogikan kondisi tersebut seperti orang yang sedang sakit. Di mana dosis antibiotik yang diberikan harus pas atau sesuai takarannya dengan sakit yang tengah diderita.

"Mitigasi risiko dengan action plan dan dengan langkah yang nyata, pas diagnosisnya dan ukurannya harus pas, jangan over jangan kurang," ujarnya.

Yang lebih penting, lanjutnya, adalah bagaimana cara pemerintah mengelola dan mengoptimalkan cadangan devisa (cadev) terutama saat ini defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) Indonesia cukup lebar yakni lebih dari 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang dapat mengerem impor dan di lain pihak harus dapat mendongkrak ekspor. "CAD kita lebih kecil dan positif dorong ekspor, menahan impor dan kebijakan lain yang bsia kita kembangkan," tutupnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini